Permohonan Penahanan Bang Si Hyuk Kembali Ditolak di Tengah Investigasi HYBE
Instagram/Bang Si Hyuk/Instagram
Selebriti

Kejaksaan menolak permohonan penahanan Bang Si Hyuk terkait investigasi IPO HYBE.

WowKeren - Pada 7 Mei 2026, kejaksaan Seoul telah kembali menolak permohonan penahanan terhadap Bang Si Hyuk, ketua HYBE, yang terkait dengan proses investigasi IPO perusahaan tersebut. Penolakan ini dikonfirmasi oleh Tim Investigasi Bersama untuk Kejahatan Keuangan dan Sekuritas dari Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul, yang menyatakan bahwa langkah investigasi tambahan yang diminta belum lengkap.

Kejaksaan menyatakan, "Setelah meninjau permohonan penahanan, kami menentukan bahwa langkah investigasi tambahan yang kami minta belum selesai." Sementara itu, pihak kepolisian memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai keputusan ini.

Keputusan terbaru ini muncul setelah pihak kepolisian mengajukan kembali permohonan penahanan pada 30 April 2026, hanya enam hari setelah kejaksaan sebelumnya menolak permohonan tersebut dan meminta investigasi lebih lanjut terkait dugaan perdagangan tidak adil yang melanggar Undang-Undang Pasar Modal Korea Selatan. Saat itu, kejaksaan mengungkapkan bahwa belum terdapat bukti yang cukup untuk membenarkan penahanan Bang Si Hyuk.


Bang Si Hyuk diduga telah menyesatkan investor HYBE pada tahun 2019 dengan mengklaim bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk go public, sementara dia mendorong mereka untuk menjual saham kepada dana ekuitas swasta yang terikat dengannya sebelum HYBE akhirnya melanjutkan rencana IPO-nya. Pihak kepolisian mencurigai bahwa Bang menerima sekitar 190 miliar KRW (sekitar 130 juta USD) melalui kesepakatan rahasia yang terkait dengan 30% dari keuntungan pasca-IPO dana tersebut, dengan total keuntungan tidak adil yang diperkirakan sekitar 260 miliar KRW.

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Korea Selatan, keuntungan yang diperoleh melalui praktik keuangan curang yang melebihi 5 miliar KRW dapat dikenakan hukuman mulai dari lima tahun penjara hingga hukuman seumur hidup. Pihak kepolisian dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan internal terhadap Bang pada akhir 2024, dan meningkatkan kasus ini dengan melakukan penggeledahan di HYBE dan Bursa Korea pada bulan Juni dan Juli tahun lalu.

Otoritas kemudian melarang Bang meninggalkan negara setelah dia kembali dari AS pada awal Agustus, dan telah menginterogasinya lima kali antara bulan September dan November. Selain itu, mereka juga membekukan saham HYBE senilai sekitar 156,8 miliar KRW.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait