Iklan terbaru BABYMONSTER untuk McDonald's Korea mengundang kritik terkait 'makan pura-pura'.
- Sabtu, 09 Mei 2026 - 01:40 WIB
WowKeren - Grup girl band asal YG Entertainment, BABYMONSTER, kini sedang menjadi sorotan setelah iklan terbaru mereka untuk McDonald's Korea menuai kritik tajam dari netizen. Isu ini berawal dari sebuah iklan yang menampilkan artis Maika Sasaki, di mana banyak orang memperhatikan bahwa ia hanya berpura-pura menggigit burger yang dipromosikannya.
Setelah iklan Maika Sasaki viral di X (sebelumnya Twitter), banyak netizen mulai mengaitkan kontroversi tersebut dengan iklan BABYMONSTER. Dalam iklan tersebut, semua anggota grup terlihat seolah-olah hanya berpura-pura menggigit burger tanpa benar-benar memakannya. Hal ini memicu komentar yang menyudutkan grup tersebut, dengan beberapa orang mengklaim bahwa 'makan pura-pura' merupakan bagian dari kehidupan seorang idol dan bahkan menuduh mereka mempromosikan gangguan makan.
Salah satu pengguna X mengekspresikan kebingungan, "Ia bahkan tidak menggigitnya atau saya yang salah?" dan membagikan momen dari iklan tersebut. Tak lama setelah itu, banyak netizen yang menanggapi dengan kemarahan, menyoroti bagaimana idol K-Pop sering kali harus menjalani standar yang tidak realistis terkait penampilan tubuh mereka.
Beberapa netizen mengekspresikan pandangan yang lebih tajam, seperti, "Korea adalah tempat yang aneh," dan "Mereka bahkan lebih memilih untuk berpura-pura menggigit daripada benar-benar memakan sesuatu yang mengandung banyak kalori." Pendapat ini mencerminkan kekhawatiran akan budaya diet ekstrem yang sering kali melanda industri hiburan Korea Selatan.
Meskipun banyak yang menyerang BABYMONSTER, beberapa penggemar berpendapat bahwa tindakan berpura-pura menggigit burger mungkin disebabkan oleh fakta bahwa makanan yang ditampilkan dalam iklan tersebut tidak nyata. Ini adalah praktik umum dalam pemasaran makanan, di mana makanan sering kali dipoles dan dipersiapkan secara artistik untuk penampilan visual yang lebih menarik.
Salah satu pengguna X berkomentar, "Ini jelas karena makanan tersebut difoto dengan cara yang membuatnya tampak bagus di kamera. Jika itu benar-benar makanan palsu, seharusnya mereka tidak meminta model untuk berpura-pura memakannya, karena hanya merugikan citra produk mereka." Ini menunjukkan adanya kritik terhadap metode yang digunakan dalam iklan tersebut.
Di tengah beragam pendapat, banyak penggemar dan netizen yang sepakat bahwa menyerang para idol muda dengan tuduhan yang kejam terkait iklan seperti itu bukanlah langkah yang bijak. Hal ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para idol K-Pop dalam menavigasi ekspektasi publik dan tekanan untuk mempertahankan citra sempurna.
Berikut video yang diunggah oleh netizen yang mengkritik iklan tersebut:
Sementara itu, BABYMONSTER terus berusaha untuk menunjukkan bakat dan daya tarik mereka di industri musik. Meski menghadapi kritik, grup ini tetap memiliki basis penggemar yang solid yang mendukung setiap langkah mereka. Dengan comeback yang dinantikan, banyak penggemar berharap agar grup ini dapat melewati kontroversi ini dan fokus pada musik serta penampilan mereka.
Namun, situasi ini mencerminkan tantangan yang lebih besar dalam industri hiburan, di mana standar kecantikan dan perilaku sering kali berada di luar jangkauan untuk banyak orang. Banyak penggemar berharap agar industri K-Pop dapat beradaptasi dan memberikan ruang bagi para idol untuk menjalani kehidupan yang sehat dan realistis.
Terlepas dari kontroversi ini, BABYMONSTER menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi salah satu grup yang paling diperhatikan di K-Pop saat ini. Dengan kehadiran yang kuat di media sosial dan kemampuan untuk menghibur, mereka berpotensi untuk menghadapi setiap tantangan yang ada di depan.
Diskusi tentang iklan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya memahami konteks di balik gambar dan video yang kita lihat setiap hari, terutama dalam dunia yang dipenuhi dengan citra yang dimanipulasi dan harapan yang sering kali tidak realistis.
(wk/timw)