CORTIS menghadapi kontroversi setelah dituduh menggunakan penari untuk mosh pit dalam konser.
- Minggu, 19 Juli 2026 - 13:02 WIB
WowKeren - Konser perdana CORTIS yang digelar pada 18 Juli 2026 menjadi sorotan setelah sejumlah pengunjung menyebut bahwa mosh pit yang viral dalam video dari acara tersebut sebenarnya adalah hasil staging dengan penari profesional. Video yang menunjukkan sekelompok pengunjung pria yang energik melompat dan menari di area berdiri awalnya dipuji karena menampilkan daya tarik CORTIS kepada penggemar pria, memberikan nuansa konser yang lebih mirip acara hip-hop atau rock dibandingkan K-Pop tradisional.
Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh beberapa pengunjung Korea yang menyatakan bahwa pria-pria yang menciptakan banyak energi di area berdiri bukanlah penggemar biasa, melainkan penari yang ditempatkan di tengah penonton sebagai bagian dari produksi konser. Seorang pengunjung bahkan mengklaim ada sekitar 30 penari yang dikerahkan untuk menciptakan suasana tersebut.
Saat tuduhan ini menyebar, netizen mulai mengkritik penyelenggara konser yang dianggap memanipulasi momen penonton yang tampak spontan untuk dipromosikan sebagai antusiasme penggemar yang organik. Beberapa bahkan mempertanyakan apakah adegan tersebut benar-benar bisa disebut sebagai mosh pit, mengingat tradisi moshing adalah mendorong dan bergerak secara agresif di area terbuka, sementara video dari konser CORTIS lebih menunjukkan penonton yang melompat dan menari di tempat.
“Apakah mereka tidak memiliki tim penyutradaraan pertunjukan? Apa yang sebenarnya ingin mereka buktikan dengan konser ini?” tanya seorang netizen. “Mempekerjakan orang untuk menciptakan mosh pit palsu di antara penonton? Apakah itu rencananya?”
Seorang pengguna media sosial menambahkan, “Fakta bahwa mereka menempatkan orang untuk menyusun mosh pit palsu karena penggemar noonas yang sebenarnya tidak akan pernah melakukannya. Ini semua omong kosong.” Kritikan ini semakin meningkat seiring dengan banyaknya video yang beredar, yang menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang terlihat energik tidak lebih dari sekadar penari yang menjalankan peran mereka.
Beberapa netizen juga membandingkan taktik ini dengan restoran baru yang membayar orang untuk mengantri di luar, menyoroti betapa pentingnya citra yang ingin dibangun oleh CORTIS. “Tentu saja, viralisasi yang diproduksi selalu berhasil. Segera, setiap kali ada kritik, mereka akan bilang, ‘Itu karena kamu sudah tua dan tidak mengerti,’” tulis seorang pengguna Twitter.
Konser CORTIS juga mendapatkan kritik karena setlist yang terlalu pendek dan repetitif. Meskipun mereka hanya memiliki 12 lagu resmi, grup ini dilaporkan tidak melakukan pertunjukan cover atau mengganti kostum selama acara berlangsung. “Perilaku yang sangat tidak sesuai untuk idola dari perusahaan yang dituduh melakukan manipulasi tangga lagu,” imbuh seorang netizen. “Apa yang diharapkan? Mereka membawa penari alih-alih penggemar sebenarnya?”
Kontroversi ini jelas menjadi sorotan, terutama di kalangan penggemar K-Pop yang merasa bahwa konser seharusnya menciptakan pengalaman yang tulus dan autentik. Dengan banyaknya tuduhan yang beredar dan pandangan yang beragam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di konser tersebut, tampaknya CORTIS masih harus berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari penggemar mereka.
(wk/timw)