Jan Zimmermann, setter asal Jerman, siap tampil di V-League 2026. Apa harapannya?
- Minggu, 10 Mei 2026 - 08:31 WIB
WowKeren - Jan Zimmermann, setter berusia 33 tahun asal Jerman, telah memasuki dunia V-League Korea sebagai pemain asing pertama yang mencoba posisi setter. Dengan pengalaman 15 tahun di dunia voli profesional, Zimmermann berambisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di liga yang dikenal dengan tingkat persaingan yang tinggi ini.
Zimmermann baru-baru ini menyatakan, "Saya merasa sangat terhormat. Ini memberi saya motivasi untuk menunjukkan kemampuan yang lebih baik." Ia mengungkapkan ketertarikan yang mendalam terhadap V-League dan ingin membuktikan bagaimana seorang setter dapat mengubah jalannya pertandingan dengan mendistribusikan bola secara efektif kepada para penyerang.
Dengan tinggi badan 192 cm, Zimmermann sebelumnya bermain di liga Italia dan memiliki pemahaman yang baik tentang gaya permainan V-League, yang dinilai sangat defensif namun cenderung bergantung pada penyerang asing. "Jika saya bergabung dengan V-League, saya akan memastikan untuk mendiversifikasi jalur serangan agar tim tidak terlalu terfokus pada satu sisi," katanya.
Sebagai seorang veteran, Zimmermann menekankan pentingnya komunikasi dalam posisi setter. Meskipun beberapa tim di V-League telah mencoba menggunakan setter asing, hasilnya tidak selalu memuaskan. Namun, Zimmermann merasa optimis dengan pengalaman bermain di enam liga berbeda di Eropa, serta kemampuan berbahasa Jerman, Italia, Polandia, dan Prancis, yang membantunya berkomunikasi dengan baik.
Ia juga menyatakan, "Jika saya mendapatkan kontrak berdurasi lima tahun, saya akan segera belajar bahasa Korea." Hal ini menunjukkan keseriusannya untuk beradaptasi dan berkontribusi secara maksimal di liga tersebut.
Di lapangan, banyak yang berkomentar bahwa kemampuan setter Zimmermann berada di tingkat yang berbeda dibandingkan pemain lokal. Meski demikian, pelatih OK Jeonbuk Bank, Shin Young Cheol, mengingatkan bahwa V-League cenderung lebih memilih penyerang asing dan hanya akan mempertimbangkan setter jika tim tersebut memiliki penyerang yang solid.
Zimmermann telah mendapatkan perhatian di survei preferensi awal dari satu tim yang menempatkannya di posisi teratas. Ia juga mengenang banyak pertandingan melawan pelatih Korea, Henan Dalzoto, dan berharap bisa bekerja sama untuk meraih kemenangan di masa depan.
"Melalui dua hari latihan ini, pengaturan bola menjadi hal yang paling penting. Tentu saja, blocking dan pertahanan juga harus diperhatikan," ujar Zimmermann, yang menilai kondisi fisiknya saat ini berada di kisaran 70-80%.
(wk/timw)