Perfect Crown berakhir dengan twist mengecewakan, tinggalkan penonton bingung.
- Minggu, 17 Mei 2026 - 12:01 WIB
WowKeren - Drama Korea Perfect Crown, yang dibintangi oleh IU dan Byun Woo Seok, baru saja menayangkan episode terakhirnya dan langsung memicu reaksi beragam dari penonton. Dengan karakter dan alur cerita yang dianggap dangkal, banyak yang merasa bahwa drama ini tidak memenuhi ekspektasi, terutama menjelang finale. Di episode terakhir, Byun Woo Seok yang berperan sebagai tokoh utama secara mengejutkan naik tahta setelah keponakannya mengundurkan diri, hanya untuk kemudian monarki tersebut dibubarkan melalui pemungutan suara. Akankah drama ini menjadi contoh buruk dari kisah yang diharapkan membawa pelarian dari kenyataan?
Sejak awal, Perfect Crown dinilai memiliki narasi yang dipenuhi dengan klise, dan pengembangan karakter yang tidak mendalam. Penonton pun mulai mempertanyakan pilihan IU dan Byun Woo Seok untuk terlibat dalam proyek ini, yang dinilai mencoba meniru kesuksesan drama sebelumnya seperti Queen of Tears. “Saya sudah kecewa dengan Perfect Crown karena narasinya yang dangkal. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan IU dan Byun Woo Seok dengan menerima drama ini,” ungkap salah seorang penonton yang merasa terjebak dalam harapan yang tinggi.
Di sisi lain, karakter IU yang sebelumnya harus meninggalkan karirnya sebagai CEO untuk menikah dengan seorang bangsawan, kini bisa kembali menjalani kehidupannya sebagai seorang wanita sukses. Akhir cerita terlihat bahagia bagi mereka, tetapi banyak yang merasa bahwa itu adalah akhir yang terlalu sederhana dan tidak realistis. “Drama yang berjudul Perfect Crown atau 21 Century Prince’s Wife, akhirnya tidak memiliki monarki fiksi di akhir cerita. Sangat aneh,” tambah penonton lainnya.
Menariknya, meski drama ini berakhir dengan nuansa bahagia, banyak yang merasa bahwa konflik yang dibangun selama ini tidak memiliki penyelesaian yang memuaskan. Motivasi karakter terasa dangkal dan penonton dibiarkan dengan banyak pertanyaan tanpa jawaban. “Saya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan semua konflik yang dibangun. Sepertinya semuanya hanya dikupas secara superficial,” keluh seorang penggemar.
Perfect Crown mungkin telah mencoba menyajikan sebuah kisah tentang cinta dan kekuasaan, namun banyak yang merasa bahwa hasil akhirnya justru menciptakan kekecewaan alih-alih kebahagiaan. Dengan karakter yang tidak berkembang dan alur cerita yang membingungkan, drama ini tampaknya menjadi contoh bagaimana harapan penonton bisa berujung pada kekecewaan. Apakah ini yang diharapkan oleh para kreator? Atau justru mereka tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan esensi dari cerita yang ingin disampaikan?
(wk/timw)