Kontroversi Pedofilia IU Kembali Mengguncang Internet
Instagram/IU/Instagram
Selebriti

IU kembali menghadapi kritik tajam terkait lagu yang dianggap seksualisasi anak.

WowKeren - Kontroversi pedofilia yang melibatkan penyanyi dan aktris IU kembali mencuat di media sosial, setelah lagu "Zeze" dari album pertamanya, Chat-shire, dianggap seksualisasi seorang anak. Meskipun IU telah meminta maaf secara terbuka, backlash terhadapnya semakin meluas, terutama setelah insiden terbaru terkait lagu barunya, Perfect Crown.

Lagu "Zeze" dirilis pada Oktober 2015 dan terinspirasi dari karakter dalam novel My Sweet Orange Tree karya José Mauro de Vasconcélos. Dalam novel tersebut, Zeze adalah seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang mengalami penyiksaan fisik dari keluarganya dan akhirnya berteman dengan pohon jeruk. IU menulis lagu ini dari sudut pandang pohon jeruk, dengan lirik yang menyiratkan hubungan yang kompleks dan kontroversial.

Beberapa lirik yang diungkapkan, seperti "Zeze, climb up the tree/ Kiss the leaves/ Don’t fool around/ Don’t hurt the tree, bad, bad" dan "Look at those blushing cheeks/ Like bloomed flowers/ You’re innocent, but so clever/ So naive like a child/ But so dirty" dianggap oleh banyak orang sebagai pernyataan yang seksual. Selain itu, sampul album yang menggambarkan Zeze mengenakan stocking jala juga memicu kemarahan publik. IU, yang saat itu berusia 22 tahun, menjelaskan bahwa dia tertarik dengan paradoks karakter Zeze, yang tampaknya innocent namun juga kejam dalam beberapa aspek.

Kontroversi ini semakin memanas ketika Dongyok Publishing Co., penerbit terjemahan bahasa Korea dari My Sweet Orange Tree, secara terbuka mengkritik interpretasi IU terhadap karakter anak tersebut dan menyatakan keprihatinan mengenai seksualisasi Zeze dalam lagu tersebut. Akibatnya, IU merasa perlu untuk meminta maaf melalui media sosial, menegaskan bahwa niatnya bukanlah untuk seksualisasi seorang anak berusia lima tahun. Dia juga meminta maaf karena menggunakan kata "sexy" dalam konteks karakter anak.

"Sebagai penulis lagu, saya bertanggung jawab penuh atas reaksi publik dan berharap pendengar dapat melihat "Zeze" sebagai inspirasi dari karakter dalam novel, tetapi tetap independen," ungkap IU. Meskipun banyak tokoh publik, termasuk kritikus sastra, membela kebebasan berekspresi IU saat itu, Dongyok Publishing juga akhirnya meminta maaf atas ketidakpahaman mereka terhadap interpretasi subjektif IU.

Kini, dengan kontroversi Perfect Crown yang meledak di Korea, banyak netizen kembali mengingat momen kelam dalam karier IU ini, yang mengundang gelombang kritik baru terhadap artis tersebut. Beberapa netizen mengekspresikan kekecewaan mereka, dengan satu pengguna mengatakan, "Saya sangat kecewa pada saat itu. Sejak saat itu, saya tidak pernah mendengarkan musiknya. Tidak sekali pun." Sementara yang lain menambahkan, "Lagu itu menyebabkan keributan yang besar, dia muncul di video musik mengisap botol bayi—itu adalah konsep Lolita."


Di sisi lain, sejumlah penggemar IU juga membela sang artis, berargumen bahwa lagu "Zeze" merupakan representasi pengalaman pribadi IU yang mengalami seksualisasi sebagai remaja dan infantilisasi sebagai orang dewasa di industri hiburan. Mereka menganggap bahwa lirik tersebut bukanlah gambaran literal dari karakter, tetapi representasi metaforis dari kenyataan hidup IU. "Satu hal yang bisa menjelaskan bagaimana IU menginterpretasikan cerita itu adalah pengalaman pribadinya saat masih muda. Dia masuk industri ini pada usia 15 tahun, dan banyak pria dewasa yang memburunya," tulis seorang pengguna Twitter.

Penggemar lainnya juga merasa khawatir dengan cepatnya sikap negatif yang berkembang menjadi seolah-olah perburuan terhadap IU, dengan beberapa orang bahkan mengirimkan ancaman kematian dan menyuruhnya untuk mengakhiri hidupnya. "Jelas mereka tidak benar-benar peduli dengan masalah tersebut dan hanya mencari alasan untuk mendekhumanisasi dia," tulis seorang penggemar. Mereka juga menekankan pentingnya untuk lebih berhati-hati dalam mempercayai narasi yang dibangun oleh akun-akun di media sosial.

Berikut video yang diunggah tentang kontroversi ini...

Sejauh ini, reaksi yang muncul menunjukkan betapa kompleksnya masalah ini, di mana pandangan masyarakat terbagi antara yang mendukung dan menentang IU. Dengan kembali munculnya kontroversi ini, banyak yang berharap agar semua pihak bisa lebih bijak dalam menilai serta memahami konteks dan maksud di balik karya seni.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait