Kontroversi antara Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun berlanjut dengan permohonan penangkapan.
- Rabu, 20 Mei 2026 - 22:02 WIB
WowKeren - Pada tanggal 20 Mei 2026, sebuah permohonan penangkapan diajukan terkait dengan kontroversi yang melibatkan Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun, yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun. Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul telah meminta izin untuk menangkap Kim Se Ui, kepala Garosero Institute, menyusul permohonan dari Kepolisian Gangnam pada tanggal 14 Mei lalu. Permohonan tersebut mengacu pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Khusus tentang Hukuman Kejahatan Seksual, termasuk perekaman dan penyebaran konten menggunakan kamera, serta pencemaran nama baik.
Kim Se Ui dituduh menyebarkan informasi palsu melalui siaran YouTube yang menyatakan bahwa Kim Soo Hyun menjalin hubungan dengan Kim Sae Ron saat masih di bawah umur. Selain itu, dia juga dituduh mengklaim bahwa penyebab langsung kematian Kim Sae Ron adalah tekanan dari pihak Kim Soo Hyun untuk melunasi utang. Kim Se Ui juga menghadapi tuduhan merusak reputasi Kim Soo Hyun dengan memanipulasi informasi melalui rekaman suara Kim Sae Ron yang diolah dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam konteks ini, Kim Soo Hyun membantah lima gambar terkenal yang dianggap sebagai "bukti" bahwa dia berpacaran dengan Kim Sae Ron saat sang aktris masih di bawah umur. Sidang prapenangkapan untuk Kim Se Ui dijadwalkan berlangsung pada pukul 10:30 pagi tanggal 26 Mei di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Pada Mei tahun lalu, Kim Se Ui mengadakan konferensi pers bersama keluarga Kim Sae Ron, di mana mereka merilis transkrip yang mengklaim bahwa Kim Soo Hyun telah menjalin hubungan dengan Kim Sae Ron sejak dia masih di bawah umur.
Setelah pihak Kim Soo Hyun mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Kim Se Ui, dengan alasan bahwa transkrip tersebut adalah hasil manipulasi AI, polisi meminta agar transkrip tersebut diperiksa oleh National Forensic Service. Pada bulan November tahun lalu, National Forensic Service menginformasikan kepada Kepolisian Gangnam bahwa mereka tidak dapat menentukan apakah file audio tersebut telah dimanipulasi oleh AI atau tidak.
(wk/timw)