Prosecutor Seoul mengajukan permohonan penangkapan CEO Hoverlab terkait tuduhan serius.
- Kamis, 21 Mei 2026 - 10:06 WIB
WowKeren - Kontroversi yang melibatkan aktor Kim Soo Hyun dan almarhum Kim Sae Ron semakin memanas setelah pihak kejaksaan mengajukan permohonan penangkapan terhadap CEO Hoverlab, Kim Se Eui. Permohonan ini diajukan pada 19 Mei 2026, dengan alasan bahwa ada cukup bukti untuk mendukung penahanan.
Kim Se Eui dijadwalkan untuk hadir di pengadilan pada 26 Mei 2026 untuk sidang pra-penangkapan. Kasus ini berfokus pada klaim yang diulang-ulang melalui siaran Hoverlab, bahwa Kim Soo Hyun menjalin hubungan asmara dengan Kim Sae Ron saat dia masih di bawah umur. Tuduhan ini telah dibantah keras oleh Kim Soo Hyun, yang juga mengambil langkah hukum terhadap Kim Se Eui.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa seriusnya tuduhan ini menjadi salah satu alasan pencarian penahanan, bersamaan dengan kekhawatiran akan terulangnya pelanggaran, kemungkinan penghancuran bukti, dan ketakutan akan intimidasi saksi. Penyelidik juga mengklaim bahwa Kim Se Eui memutar rekaman suara yang diduga dihasilkan oleh AI selama konferensi pers, mengklaim bahwa Kim Sae Ron pertama kali berhubungan seksual dengan Kim Soo Hyun saat dia masih di bawah umur, dan bahwa pihak aktor mencoba membayar 4 miliar won (sekitar $2,7 juta) untuk mendapatkan berkas tersebut.
Pihak kepolisian juga mengklaim bahwa Kim Se Eui memanipulasi tangkapan layar KakaoTalk dengan mengubah detail profil untuk membuat percakapan terlihat seolah-olah langsung antara Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron. Penyelidik menambahkan bahwa dia memainkan rekaman suara yang dihasilkan oleh AI tersebut selama konferensi pers yang berisi tuduhan tambahan terhadap aktor tersebut.
Selain itu, Kim Se Eui dituduh menyiarkan gambar pribadi terkait Kim Soo Hyun dan menekan aktor tersebut dengan ancaman akan merilis lebih banyak materi pribadi jika dia tidak meminta maaf secara publik kepada keluarga Kim Sae Ron. Menanggapi tuduhan tersebut, Kim Se Eui membantah melakukan kesalahan dan menyatakan bahwa temuan polisi saling bertentangan.
“National Forensic Service mengatakan tidak dapat menentukan apakah berkas audio tersebut dihasilkan oleh AI,” ungkapnya dalam wawancara telepon. “Tetapi polisi sekarang secara definitif menyebutnya palsu. Itu tidak masuk akal.”
Dia juga menegaskan bahwa keluarga Kim Sae Ron telah meminta analisis forensik pada ponselnya dan mengkonfirmasi bahwa percakapan KakaoTalk antara aktris dan Kim Soo Hyun memang ada. “Kami berulang kali menjelaskan selama konferensi pers bahwa catatan percakapan yang ditunjukkan adalah versi CG yang direkonstruksi, bukan tangkapan layar yang asli,” tambahnya.
Kim Se Eui lebih lanjut mengkritik polisi karena menyebut penolakan ayah Kim Sae Ron untuk menyerahkan ponsel terakhir aktris sebagai bagian dari permohonan penahanan, menyebut alasan itu sulit dipahami. Pengadilan diharapkan akan memutuskan setelah sidang pada 26 Mei 2026 apakah Kim Se Eui akan ditahan secara resmi selama penyelidikan berlangsung.
(wk/timw)