Jihyo TWICE Jadi Sorotan Usai Kenakan Topi Kontroversial
Instagram/Park Ji Hyo/Instagram
Selebriti

Jihyo TWICE terlibat perdebatan politik setelah unggahan topi bertuliskan pesan kuat.

WowKeren - Jihyo, pemimpin grup K-Pop TWICE, baru-baru ini menjadi pusat perhatian di media sosial setelah mengunggah foto dirinya mengenakan topi dengan pesan yang kuat. Dalam postingan Instagram terbarunya, Jihyo terlihat tampil stylish dengan atasan halter dan celana jeans, serta topi baseball berwarna hitam. Meski lettering pada topi tersebut sebagian tertutup emoji, penggemar tetap berhasil menemukan produk aslinya. Ternyata, topi yang dikenakan Jihyo bertuliskan 'United Against Fascism'. Barang tersebut merupakan bagian dari proyek Radical Media Archive yang menyoroti 'materi cetak langka lahir dari protes, imajinasi, dan keyakinan kolektif'. Setelah postingan tersebut, topi yang dikenakan Jihyo pun ludes terjual di situs resmi mereka.

Sementara itu, para idola K-Pop sering kali dibatasi oleh profesi mereka untuk tidak mengungkapkan pandangan yang bisa dianggap politik, dukungan Jihyo terhadap pesan 'United Against Fascism' mendapat pujian besar dari para penggemar. Salah satu pengguna Twitter, @j3ybias, menulis, 'Oh to be Jihyo Gorgeous, talented, in Italian fields, and wearing an Anti Fascism hat'. Ini menunjukkan betapa banyak penggemar menghargai keberanian Jihyo dalam mengekspresikan pendapatnya.

Namun, tindakan Jihyo yang menyensor kata 'Fascism' dalam postingan asli dan menghapus foto tersebut juga menuai kritik. Salah satu pengguna Twitter mengungkapkan, 'lmao i love ji*yo but is the idol image so precious that you need to blur out the word “fascism” in a hat that says “united against fascism”'. Kritik ini menunjukkan adanya perdebatan di kalangan penggemar mengenai seberapa jauh seorang idola dapat mengungkapkan pandangannya tanpa takut akan konsekuensi yang mungkin timbul.

Di sisi lain, banyak penggemar yang membela Jihyo, berargumen bahwa dia harus menyensor diri untuk mengakomodasi sensitivitas di negaranya. Pengguna Twitter lainnya mengatakan, 'jihyo censoring the word “fascism” makes so much sense, because last year sokor made a list of leftist idols and censored them'. Hal ini menunjukkan betapa kompleks dan sensitifnya isu politik di Korea Selatan, terutama bagi para selebriti.

Salah satu penggemar menyampaikan, 'Hey once. As someone who always supports her, I’d like to ask for your understanding. In Korea, political messages—whether leanings are left or right—can be an incredibly tricky and sensitive issue'. Pendapat ini mencerminkan realitas yang dihadapi oleh banyak idola K-Pop yang berusaha untuk tetap relevan tanpa mengorbankan karir mereka.


Berikut video yang diunggah Jihyo yang memperlihatkan penampilannya dengan topi tersebut...

Meski banyak kritik yang dialamatkan, situasi ini juga membuka diskusi yang lebih besar mengenai kebebasan berekspresi di kalangan idola K-Pop. Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap isu-isu sosial dan politik, para penggemar berharap agar idola mereka dapat lebih berani dalam menyuarakan pendapat tanpa takut akan dampak negatifnya. Penggemar Jihyo pun diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih besar agar idola mereka merasa nyaman dalam mengekspresikan diri.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait