Leader TWICE, Jihyo, menjadi perhatian setelah mengenakan topi bertuliskan pesan politik di Instagram.
- Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:04 WIB
WowKeren - Jihyo, leader dari grup K-Pop TWICE, baru-baru ini menjadi pusat perdebatan panas di dunia maya setelah penggemar menemukan pesan kontroversial di salah satu aksesori yang dikenakannya. Dalam unggahan terbarunya di Instagram, Jihyo membagikan foto close-up dirinya yang mengenakan atasan halter, celana jeans, dan topi baseball hitam. Pada pandangan pertama, topi tersebut tampak seperti item fashion biasa. Namun, beberapa huruf pada topi itu ditutupi dengan emotikon, membuat penggemar penasaran tentang desain aslinya.
Tidak butuh waktu lama bagi penggemar untuk menemukan produk yang sebenarnya. Topi tersebut dilaporkan memiliki frasa “United Against Fascism.” Barang ini berasal dari Radical Media Archive, sebuah proyek yang menciptakan merchandise terinspirasi oleh materi cetak langka yang berkaitan dengan protes, imajinasi, dan keyakinan kolektif. Setelah unggahan Jihyo menarik perhatian, topi yang ia kenakan dilaporkan segera terjual habis di situs proyek tersebut.
Karena idola K-Pop biasanya menghindari hal-hal yang bisa diinterpretasikan sebagai politik, aksesori Jihyo langsung memicu reaksi yang terbagi. Banyak penggemar memuji keberaniannya mengenakan topi dengan pesan yang begitu jelas. Mereka melihat frasa “United Against Fascism” sebagai sesuatu yang bermakna dan mengapresiasi Jihyo karena berani menunjukkan dukungan terhadap pernyataan tersebut, meskipun secara tidak langsung.
Berikut video yang diunggah oleh pengguna Twitter yang menunjukkan reaksi penggemar terhadap topi Jihyo...
Sebuah pengguna Twitter yang mencuri perhatian menuliskan, "Oh to be Jihyo. Gorgeous, talented, in Italian fields, and wearing an Anti Fascism hat." Komentar ini menyoroti kesan positif yang diberikan Jihyo dengan pilihan fashionnya yang berani.
Perdebatan mengenai simbolisme dalam fashion K-Pop tidak jarang memicu diskusi sengit di kalangan penggemar. Beberapa berpendapat bahwa tindakan seperti ini dapat memengaruhi pandangan publik, sementara yang lain merasa bahwa para idola sebaiknya tetap berada di jalur non-politik. Meskipun demikian, Jihyo telah menunjukkan bahwa ia berani mengambil posisi dan menggunakan platformnya untuk menyampaikan pesan yang penting bagi dirinya.
Dengan tindakan ini, Jihyo tidak hanya menunjukkan gaya fashionnya yang unik, tetapi juga membuka ruang untuk diskusi tentang bagaimana para idola K-Pop dapat menggunakan suara mereka untuk mendukung isu-isu sosial. Hal ini menjadi sorotan di kalangan penggemar K-Pop yang semakin ingin melihat idola mereka mengambil posisi yang lebih kuat dalam isu-isu yang relevan dengan masyarakat.
(wk/timw)