Anggota SeeYa berbagi cerita lucu tentang pengalaman operasi plastik sebelum debut.
- Selasa, 26 Mei 2026 - 22:34 WIB
WowKeren - Beberapa anggota grup wanita SeeYa baru-baru ini membagikan kisah lucu dan penuh makna mengenai pengalaman mereka yang dibawa ke klinik bedah plastik sebelum debut. Cerita ini dibagikan dalam program variety show tvN STORY berjudul What’s the Point of Leaving It Behind, yang tayang pada 25 Mei 2026, saat mereka merayakan ulang tahun ke-20 grup tersebut.
Dalam siaran tersebut, Lee Boram, salah satu anggota SeeYa, mengenang pertemuannya yang pertama dengan Nam Gyuri, anggota baru yang dianggap sebagai ‘visual’ grup. Dia mengungkapkan, “Sekilas, apakah dia tidak terlihat seindah boneka? Jadi saya berpikir dia juga akan menyanyi seperti boneka, tapi saya terkejut dengan suara mid-to-low tone yang dia miliki,” tuturnya.
Awalnya, SeeYa memiliki rencana untuk debut sebagai grup penyanyi yang anonim, namun semuanya berubah setelah kehadiran Nam Gyuri. Lee Boram menjelaskan, “Sebelum Gyuri bergabung, sudah menjadi tradisi di agensi untuk debut sebagai penyanyi tanpa menunjukkan wajah. Kami setuju dengan itu. Tetapi ketika dia datang, tiba-tiba kami harus debut sebagai penyanyi yang menunjukkan wajah.”
Dia melanjutkan, “Begitu saya melihatnya, saya berpikir dia sangat cantik dan bertanya-tanya, ‘Apa yang harus kami lakukan?’ Agensi pasti berpikir ini tidak akan berhasil, jadi mereka bahkan membawa kami ke klinik bedah plastik.”
Ketika Lee Young Ja menanyakan bagaimana perasaan mereka sebagai penyanyi anonim sebelum kehadiran Gyuri, tetapi kemudian harus menjalani konsultasi bedah plastik setelah dia tiba, Lee Boram menjawab, “Sebenarnya tidak masalah kami dibawa ke sana, tetapi saya berharap mereka benar-benar melakukan operasi.”
Dia juga mengungkapkan kekecewaannya, “Kami merasa lega menjadi penyanyi anonim. Kami tidak mengurus tubuh kami atau apa pun. Kami hanya tampil natural, dan kemudian mereka bilang debut kami akan disiarkan dalam tiga minggu. Di atas itu, bukankah Gyuri terlalu cantik?”
Kisah ini menunjukkan betapa tekanan untuk tampil sesuai standar kecantikan di industri hiburan dapat mempengaruhi keputusan dan pengalaman para artis. Meskipun dalam konteks yang lucu, cerita ini mencerminkan realitas yang dihadapi banyak penyanyi dan idol di Korea Selatan, yang sering kali harus memenuhi harapan tinggi dari agensi dan publik.
(wk/timw)