Drama 'Perfect Crown' yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok hadapi petisi penolakan.
- Rabu, 27 Mei 2026 - 17:32 WIB
WowKeren - Drama MBC yang sedang tayang, 'Perfect Crown', yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok, kini menghadapi tinjauan hukum serius setelah petisi publik untuk menghentikan tayangan drama ini berhasil mengumpulkan 50.000 tanda tangan dalam waktu hanya empat hari.
Petisi yang berjudul 'Permohonan Penghentian Siaran dan Penghapusan Konten dari Platform Media karena Kontroversi Distorsi Sejarah dan Proyek Timur Laut' tersebut menyatakan bahwa 'Perfect Crown' harus dihapus dari platform VOD dan OTT. Penggagas petisi mengklaim bahwa meskipun drama ini berlatar di versi fiksi Korea Selatan, ia menggunakan 'pakaian, etika, dan kosakata bergaya Tiongkok' secara sembarangan, yang dianggap sebagai distorsi budaya dan sejarah.
Dalam petisi tersebut, diungkapkan bahwa drama ini 'secara serius melanggar sentimen publik' dan menyebarkan citra yang terdistorsi tentang identitas budaya Korea Selatan kepada penonton global. Selain meminta pengeditan sederhana, penggagas petisi juga menyerukan penghapusan drama dari platform online dan pengaturan yang lebih ketat untuk mencegah kontroversi media serupa di masa mendatang.
Dengan tercapainya 50.000 tanda tangan, masalah ini kini akan ditinjau oleh komite terkait di National Assembly. Hasil dari tinjauan ini dapat dibawa ke sesi pleno atau diserahkan kepada pemerintah untuk tindakan lebih lanjut.
Situasi ini mengingatkan pada kontroversi yang terjadi pada drama 'Joseon Exorcist' yang ditarik setelah hanya dua episode tayang karena kontroversi distorsi sejarah serupa. Pada waktu itu, para pengiklan menarik dukungan, dan SBS akhirnya membatalkan siaran serta mengakhiri kontrak hak siar.
Kontroversi ini juga telah mencapai Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata. Diketahui, kementerian tersebut mulai meninjau keluhan terkait dukungan pendanaan produksi yang diterima 'Perfect Crown' dari Korea Creative Content Agency.
'Perfect Crown' terpilih dalam program dukungan produksi konten OTT 2025 dari Korea Creative Content Agency. Agensi tersebut diperkirakan akan mengevaluasi proyek ini pada bulan Mei, dan jika drama tersebut ditemukan tidak memenuhi persyaratan, dana dukungan tersebut dapat dipulihkan.
(wk/timw)