Brand Yunse dituduh menggunakan foto BLACKPINK untuk promosi tanpa izin.
- Jumat, 29 Mei 2026 - 00:08 WIB
WowKeren - Brand asal Korea, Yunse, tengah menghadapi sorotan tajam setelah dituduh menggunakan foto BLACKPINK tanpa izin untuk keperluan pemasaran. Tuduhan ini muncul setelah netizen menemukan bahwa foto selfie viral anggota BLACKPINK dari Met Gala telah diedit menggunakan teknologi AI sebelum dipublikasikan untuk promosi produk mereka.
Foto yang menjadi kontroversi adalah selfie cermin yang diambil oleh para anggota BLACKPINK di acara Met Gala. Dalam pengeditan tersebut, Yunse mengubah pakaian para anggota dan menambahkan nama brand mereka, menjadikannya sebagai iklan undangan untuk acara mereka. Kontroversi ini dengan cepat menarik perhatian publik setelah banyak netizen mengkritik perusahaan tersebut karena menggunakan foto anggota BLACKPINK secara komersial tanpa izin.
“Yunse라는 브랜드에서 블핑 멧갈라 셀카로 ai 돌려서 마케팅하네ㅋㅋ 장난하나 팔로워도 3.7만이나 되면서 뭐하세요,” tulis seorang pengguna Twitter, @jendeukkie8, yang menyatakan ketidakpercayaannya terhadap tindakan brand tersebut. (Artinya: “Brand Yunse menggunakan selfie BLACKPINK dari Met Gala untuk pemasaran, hahaha, mereka serius? Mereka bahkan memiliki 37 ribu pengikut, apa yang mereka lakukan?”)
Beberapa penggemar juga menyatakan ketidaknyamanan mereka bukan hanya karena penggunaan pengeditan AI, tetapi juga karena gambar-gambar tersebut digunakan untuk tujuan iklan dan branding. Salah satu pengguna lain, @EN33364634, berkomentar, “고소 당해봐야 정신차리지 다들 인스타 가서 신고 좀요,” yang berarti: “Mereka hanya akan menyadari kesalahan mereka jika mereka digugat. Semua orang harus melaporkan akun Instagram mereka.”
Tidak hanya itu, kritik juga dilayangkan terhadap tren yang semakin berkembang di mana brand-brand menggunakan konten selebriti yang dihasilkan oleh AI tanpa adanya persetujuan atau pengungkapan yang jelas. Isu ini kini menyebar luas di media sosial, dengan beberapa penggemar menyerukan agar postingan tersebut dihapus dan tindakan hukum diambil terhadap brand Yunse.
Berikut video yang diunggah...
Sikap aktif dari penggemar BLACKPINK menunjukkan betapa pentingnya perlindungan hak atas gambar dan citra para idola mereka. Penggemar berharap brand-brand lain akan lebih berhati-hati dan menghormati privasi serta hak cipta dari para artis yang mereka idolakan.
Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa penggunaan teknologi AI dalam pemasaran harus dilakukan dengan etika yang tepat, terutama ketika berurusan dengan citra publik figur. Selain itu, diskusi mengenai batasan penggunaan gambar selebriti dalam iklan dan promosi tanpa izin menjadi semakin relevan di era digital ini.
Kedepannya, diharapkan ada langkah-langkah yang lebih tegas dari industri untuk melindungi hak-hak artis dan mencegah terjadinya pelanggaran serupa di masa yang akan datang. Penggemar juga diingatkan untuk tetap waspada dan aktif dalam melindungi idola mereka dari penggunaan yang tidak sah.
(wk/timw)