Patricia Gouw berbagi pengalaman pahit sebagai korban penipuan tiket pesawat daring.
- Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB
WowKeren - Patricia Gouw, presenter dan public figure terkenal, baru-baru ini mengalami kejadian tidak menyenangkan ketika menjadi korban penipuan berkedok pembelian tiket pesawat secara daring. Melalui unggahan di media sosialnya, ia menceritakan bagaimana niatnya untuk terbang dari Bali ke Jakarta berakhir dengan kekecewaan.
Awalnya, Patricia Gouw yang akrab disapa Cipat ingin membeli tiket pesawat untuk penerbangan malam. Namun, ia mengalami kesulitan saat mencoba melakukan pembelian melalui aplikasi online travel agent (OTA) yang mengharuskan pemesanan dilakukan minimal tiga hingga empat jam sebelum keberangkatan. "Nah, intinya kalau mau beli di aplikasi OTA itu minimal 3 jam atau 4 jam sebelum keberangkatan," jelasnya.
Mencari alternatif, Patricia kemudian mencari tiket melalui Google dan menemukan nomor kontak yang menawarkan bantuan dalam pemesanan. Tanpa ragu, ia mengirimkan data pribadi berupa KTP dan paspor anaknya untuk proses pemesanan tiket. Setelah itu, ia menerima invoice dan langsung mentransfer uang sekitar Rp1,8 juta.
Namun, setelah melakukan pembayaran, Patricia merasa ada yang tidak beres. Ia terus-menerus diminta untuk membayar biaya tambahan sebesar Rp2.500 dan diarahkan untuk menggunakan KlikBCA. Hal ini membuatnya semakin curiga, terutama ketika admin yang menghubunginya terus-menerus meminta akses pembayaran melalui KlikBCA. Untungnya, ia tidak melanjutkan proses tersebut. "Kalau once kalian keluarin KlikBCA dan si token itu untuk mentransfer, itu bisa habis semua," ungkapnya.
Setelah menceritakan pengalaman ini di Instagram, Patricia Gouw mendapat banyak respon dari pengikutnya yang juga mengaku menjadi korban penipuan serupa. Beberapa di antara mereka bahkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah karena memberikan akses kepada pelaku. Menyadari banyaknya kasus serupa, Patricia pun memberikan peringatan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan foto KTP. "Kalau kalian kirim KTP, kasih gambar apa kek di tengah-tengahnya," pungkasnya.
(wk/timw)