Hotman Paris menjelaskan tudingan mengambil angpau pernikahan putranya dan memberikan klarifikasi detail.
- Senin, 20 Juli 2026 - 15:04 WIB
WowKeren - Hotman Paris Hutapea baru-baru ini menanggapi tudingan yang beredar di media sosial mengenai dugaan dirinya merebut angpau pernikahan sang putra. Dalam sebuah video yang diunggahnya, Hotman memberikan penjelasan lengkap mengenai uang sebesar Rp. 800 juta yang diterimanya dari Prayogo Pangestu, yang ia sebut bukan sebagai angpau, melainkan pemberian dari mantan kliennya.
"Beberapa hari sebelum acara resepsi nikahan Fritz, Konglomerat Prayogo Pangestu memanggil saya dan Fritz ke kantornya. Pada saat itu, Bapak Prayogo sudah menyediakan dua kotak yang berisi uang. Kotak pertama berisi 200 juta, yang diserahkan kepada Fritz dan disebutkan sebagai angpau dari Bapak Prayogo kepada Fritz. Sedangkan kotak kedua berisi 800 juta yang diserahkan kepada saya karena beliau adalah mantan klien saya," jelas Hotman Paris Hutapea pada tanggal 20 Juli 2026.
Dalam klarifikasinya, Hotman menegaskan bahwa semua uang angpau yang diterima pada acara resepsi sepenuhnya diberikan kepada Fritz, putranya. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan hukum adat Batak, seharusnya seluruh angpau tersebut diberikan kepada orang tua. Namun, ia memutuskan untuk memberikan seluruh angpau tersebut kepada Fritz. "Saya mengatakan kepada istri, kasih semua. Sehingga seluruh uang angpau dari relasi saya yang semuanya pengusaha diserahkan kepada Fritz 100%."
Hotman juga menyoroti bahwa pada pernikahan anak-anaknya yang lain, seperti Frank, semua angpau juga diserahkan sepenuhnya kepada mereka tanpa ada yang dipersoalkan. "Demikian juga nikahan dari Frank yang nikah di hotel sangat mewah, 100% uang angpaonya diserahkan kepada Frank, tidak ada satu perak pun yang dipersoalkan," terangnya.
Selain itu, Hotman Paris juga mengungkapkan pengorbanannya dalam pendidikan anak-anaknya. Ia menyebutkan bahwa ketiga buah hatinya telah mendapatkan pendidikan terbaik sejak mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, yakni di Jakarta International School (JIS), dan melanjutkan studi ke Inggris untuk meraih gelar sarjana hukum. "Tiga-tiganya anak saya sejak SMA sudah sekolah di sekolah paling mahal di Jakarta, yaitu JIS, yang semua orang bule dan anak-anak konglomerat di sana. Habis itu lanjut semua sekolah ke Inggris, tiga-tiganya dapat gelar sajana hukum dari Inggris," tambahnya.
Hotman merasa bahwa tuduhan mengenai penguasaan angpau pernikahan adalah sesuatu yang tidak berkelas. Ia menegaskan, "Jadi, gak mungkin saya mengambil hak uang yang bukan hak saya. Saya tidak kelas begitu. Sekali lagi, saya tidak kelas begitu." Dengan penjelasan ini, Hotman berharap dapat mengklarifikasi semua tuduhan yang telah beredar di masyarakat.
(wk/timw)