Hong Jimin Cerita Tentang Kehilangan Sang Adik dan Tradisi Perjalanan Keluarga
Instagram/Hong Jimin/Instagram
Selebriti

Hong Jimin ungkap dampak kehilangan adik akibat kanker paru-paru dalam keluarganya.

WowKeren - Aktris Hong Jimin baru-baru ini membagikan kisah menyentuh tentang kehilangan adiknya yang meninggal akibat kanker paru-paru dan bagaimana hal ini mempengaruhi tradisi keluarganya. Dalam penampilan di acara variety MBN "Sokpuri Show Dongchimi", ia menjelaskan pentingnya melakukan perjalanan bersama sebagai keluarga setelah tragedi tersebut.

Pada tanggal 18 Juli, Hong Jimin dengan penuh emosi menceritakan bahwa sejak adiknya meninggal dunia secara mendadak hanya dua bulan setelah didiagnosis dengan kanker paru-paru stadium akhir, keluarganya berusaha untuk merencanakan perjalanan secara rutin. "Karena suatu hari nanti ini mungkin adalah perjalanan terakhir kami," ungkapnya sambil berusaha menahan air mata. Ia menggambarkan almarhumah adiknya sebagai "yang tercantik di antara kami bertiga," menekankan kedekatan yang mereka miliki.

Dalam kesempatan tersebut, kakak tertua Hong menambahkan konteks tentang pengalaman keluarga mereka, menyatakan bahwa sebelum tragedi ini, ia sering mengalami konflik dengan ibu mereka dan bahkan pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja, mengajukan permohonan untuk tinggal permanen, berpikir tidak akan kembali. Namun, penyakit dan kematian mendadak adiknya justru menyatukan keluarga dengan cara yang tak terduga. Ia mengenang ucapan almarhumah kepada ibu mereka, "Jangan khawatir. Ibu akan bertanggung jawab sepenuhnya sampai akhir, jadi pergi dengan tenang."


Di luar kehilangan adiknya, Hong Jimin juga menunjukkan dedikasinya kepada keluarga dengan merawat ibunya yang berusia 95 tahun yang menderita demensia. Menurut laporan Newsen, sebuah episode spesial "Dongchimi" yang ditayangkan pada 11 Juli menunjukkan perjalanan penuh haru antara Hong dan ibunya.

Hong menyatakan, perjalanan tersebut bisa jadi adalah malam terakhir mereka bersama, dengan penuh perasaan ia berkata, "Ibu saya menderita demensia pada usia 95. Ini mungkin adalah malam terakhir kami bersama." Dalam tayangan tersebut, mereka terlihat bernyanyi dan menciptakan kenangan bahagia meski waktu dan penyakit telah memberikan dampak yang sangat menyakitkan. Selama perjalanan, Hong dengan lembut menanyakan kepada ibunya apakah ia masih ingat kepada mendiang suaminya. Namun, mata ibunya menunjukkan kebingungan dan pelupa. Kesedihan Hong sangat terlihat saat ia menangis di depan kamera, mengungkapkan, "Sangat menyedihkan," dan bertekad untuk menjadi "ibu bagi ibuku," yang menunjukkan cinta mendalamnya kepada orang tua di saat-saat sulit.

Nate News juga menyoroti perjalanan emosional ini dan bagaimana keterbukaan Hong Jimin mengenai rasa sakit dalam keluarganya mempengaruhi rekan-rekan artis dan penonton. Pengalaman bersama menunjukkan betapa berharganya waktu yang dihabiskan dengan orang-orang terkasih.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!