Selamat datang, selubung tutur dari lagu "Egois" yang dibawakan oleh Lesti Kejora. Di sini, alunan kemerduan lirik membisikkan pergulatan perasaan dua insan yang terperangkap dalam ego mereka sendiri.
Di setiap baitnya, lagu ini merangkai keindahan yang menghanyutkan, sekaligus mengusik nurani dengan kisah cinta yang sedang diuji. Melodi yang mengiriskalbu, seperti deru gemuruh persahabatan yang rindu, membalut setiap kata dengan elegan dan menyentuh.
Lagu "Egois" adalah jembatan yang menghubungkan hati dan telinga, sebuah mahakarya yang mengalunkan syair kejujuran dan pengorbanan. Di tengah konflik yang berkepanjangan, lagu ini mengingatkan kita tentang arti cinta yang sejati, mengajak kita untuk berdamai dengan perasaan yang terpendam.
Dalam kisah yang digemakan "Egois," kita diingatkan bahwa ego yang tak terkendali dapat menjadi jurang pemisah yang dalam. Namun, di tengah itu semua, selalu ada harapan untuk menjembatani perbedaan dan menemukan jalan kembali ke pelukan cinta.
Setiap liriknya bergema dengan emosi yang intens, menceritakan lika-liku kehidupan dan perjuangan cinta di tengah ego yang tak terkendali. Melodi yang mengalun dengan lembut membuai hati, sedangkan liriknya yang mendalam menyentuh jiwa.
Semoga melalui kumpulan lirik lagu "Egois" ini, kita dapat mengingat kembali keindahan cinta dan arti pengorbanan. Semoga lagu ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu menjaga hubungan cinta dengan penuh ketulusan dan kejujuran. Selamat menikmati alunan indah lirik lagu "Egois" dan semoga mahakarya ini dapat meninggalkan jejak yang berarti di hati Anda.
Egois Lyrics
Lesti Kejora
Di antara kau dan aku
Sama-sama bertahan
Hanya karena satu ego sendiri
Sering kita sembunyi
Di balik sikap dan kata
Padahal hati kita
Tak ingin saling menyakiti
Mengapa tak mencoba jujur pada hati kita, kasih
Bahwa sesungguhnya engkau dan aku takut berpisah
Seandainya saja mau sedikit mengalah, kasih
Pertengkaran ini tak mungkin ada selamanya
Sering kita sembunyi di balik sikap dan kata
Padahal hati kita tak ingin saling menyakiti
Mengapa tak mencoba jujur pada hati kita, kasih
Bahwa sesungguhnya engkau dan aku takut berpisah
Seandainya saja mau sedikit mengalah, kasih
Pertengkaran ini tak mungkin ada selamanya