Dr. Conrad Murray, dokter pribadi Michael Jackson, dicurigai telah memberikan obat penahan sakit yang mungkin sebagai penyebab gagal jantung si raja pop.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Juni 2009 - 11:34 WIB
WowKeren - Kasus kematian Michael Jackson yang masih dalam penyelidikan membawa dokter pribadinya, Dr. Conrad Murray, masuk dalam daftar tersangka. Conrad menjadi tersangka karena pada saat Michael ditemukan dalam keadaan tidak bernafas di rumahnya, ia berada di sisi Michael. Ia juga merupakan orang yang pertama kali berusaha memberikan resusitasi jantung saat ketika paramedis dari unit pemadam kebakaran datang. Rumor yang beredar mengatakan bahwa ia telah memberikan Demerol atau OxyContin, jenis obat penahan sakit, yang kemungkinan mengakibatkan kematian Michael.
Pada hari Sabtu waktu setempat, investigasi terhadap Conrad dilakukan pihak kepolisian. Dalam investigasi yang memakan waktu selama tiga jam tersebut ditemukan bahwa Conrad tidak bersalah dalam kasus tersebut sehingga ia dinyatakan bebas dari dugaan sebagai tersangka dalam kematian Michael. Hal ini diungkapkan oleh jubir Conrad yang kemudian melanjutkan jika Conrad merupakan saksi dari kejadian tersebut.
Hasil investigasi tersebut diperjelas lagi oleh pengacara Conrad, Edward Chernoff, yang menuturkan detail-detail saat kejadian kepada Associated Press. Edward mengatakan pada saat ditemukan oleh Conrad di tempat tidur, tubuh Michael masih hangat dan tidak bernafas. Conrad kemudian segera memberikan resusitasi jantung untuk menyelamatkan nyawa King of Pop tersebut. Edward juga membantah dugaan Conrad telah memberikan resep ataupun suntikan Demerol atau OxyContin pada mendiang Michael Jackson.
Keluarnya hasil investigasi tersebut serta hasil otopsi Jumat lalu yang tidak membuahkan hasil membuat keluarga Michael menginginkan dilakukannya otopsi kedua pada jenasah Michael. Otopsi kedua tersebut pun dilangsungkan Sabtu lalu oleh seorang ahli patologi yang disewa keluarga Michael. Berita ini disampaikan oleh Jesse Jackson, seorang pendeta yang juga teman baik keluarga Michael.
"Keluarga memiliki banyak pertanyaan. Tentu saja. Pertanyaan tersebut berkisar tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam waktu 12 jam menjelang kematian Michael," ungkap Jesse. "Dokter Conrad Murray menunjukkan perilaku yang aneh. Saat itu Murray tengah berada bersama Michael, mungkin ia mengobati nyeri punggung Michael. Dan yang kemudian terjadi malah adanya telepon ke nomor darurat 911. Yang aneh dari panggilan tersebut adalah kata-kata Michael tidak bernafas dan ia tidak sadarkan diri. Seberapa lama ia tidak bernafas? Seberapa lama ia tidak sadarkan diri?"
Michael ditemukan tak bernafas di rumah sewaannya di Holmby Hills pada hari Kamis pukul 14.26 waktu setempat. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit UCLA Medical Center di Los Angeles walaupun pada akhirnya nyawa pelantun lagu "Thriller" ini tidak tertolong. Penyanyi yang dikenal dengan julukan Jacko ini dikabarkan meninggal dunia akibat gagal jantung. Penyebab kematiannya masih menyisakan tanda tanya bagi keluarganya dan masih berada dalam proses penyelidikan.
(wk/)