Berdasarkan laporan hasil penyelidikan yang dibeberkan Kamis kemarin, polisi menemukan dua tas berisi ganja dengan berat yang berbeda di rumah Michael Jackson.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Agustus 2009 - 10:20 WIB
WowKeren - Setelah terungkapnya penyebab kematian Michael Jackson, kali ini tersiar kabar kemungkinan Michael juga mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Seperti dikutip dari majalah Acces Hollywood, dari hasil pemeriksaan di rumah Michael yang dibeberkan Kamis 27 Agustus, telah ditemukan dua tas berisi ganja dengan berat yang berbeda.
Selain ganja, polisi juga menemukan paraphernalia yang biasanya digunakan untuk melinting ganja, kertas rokok dan dua bungkus rokok yang kosong. Namun, masih belum dijelaskan secara pasti dimana benda-benda tersebut ditemukan.
Berdasarkan hasil laporan pemeriksaan tersebut juga ditemukan sebotol pil Temazepam yang berfungsi sebagai obat tidur, salep Benoquin untuk mengobati vitiligo (penyakit yang disebabkan kelainan pada pigmen), sebotol salep Valisone yang juga digunakan untuk mengatasi masalah penyakit kulit. Polisi juga menemukan botol-botol kosong berisi obat penghilang rasa sakit lorzaepam dan diazepam. Selain itu, masih ada empat botol kosong yang belum diketahui isi obat sebelumnya.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa detektif berusaha mencari tahu suntikan jenis obat apa yang telah diberikan pada Michael sehubungan dengan kematiannya. Mengenai suntikan tersebut, dokumen lain menyebutkan jika dokter pribadi Michael, Conrad Murray, telah memberikan suntikan obat bius propofol melalui pembuluh darahnya.
Sebelum ditemukannya dua tas ganja tersebut, pihak keluarga menemukan tar heroin setelah Michael meninggal. Mereka lalu mengabarkan informasi tersebut pada petugas penyelidik. Namun setelah diselidiki, hasil tes menunjukkan benda yang ditemukan tersebut bukan heroin.
Mengenai penyebab kematian sang King of Pop ini, pemberitaan sebelumnya menyebutkan jika Michael meninggal akibat kelebihan dosis propofol. Berdasarkan hasil laporan yang telah diungkap sebelumnya, Conrad mengakui telah memberikan propofol sebanyak 50 mg selama enam minggu, namun ia kemudian mengurangi dosisnya dan mencampurnya dengan obat penenang lorazepam dan midazolam. Conrad lalu berhenti memberikan propofol dua hari sebelum Michael meninggal.
Michael meninggal dunia akibat gagal jantung di UCLA Medical Center, Los Angeles, hari Kamis, 25 Juni. Pelantun lagu "Beat It" ini dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan sudah tidak bernafas di rumahnya di Holmby Hills.
(wk/)