Penundaan konser penyanyi R 'n B ini ditengarai sebagai akibat dari aksi protes dari salah satu partai oposisi Islam terbesar di Malaysia, Partai Islam Pan-Malaysia (PAS).
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 Oktober 2009 - 11:10 WIB
WowKeren - Nampaknya penampilan para musisi Hollywood di Malaysia selalu saja menghadapi kendala. Pasalnya, penyanyi R 'n B, Beyonce Knowles, dikabarkan telah menunda jadwal konsernya di negeri jiran tersebut menanggapi protes keras dari salah satu partai Islam lokal.
Seperti dilansir dari Associated Press, berdasarkan pernyataan dari perusahaan hiburan Malaysia Marctensia, mereka akan segera mengumumkan jadwal baru konser Beyonce. "Penundaan ini murni atas keputusan dari sang artis dan tidak ada hubungannya dengan faktor-faktor dari luar," imbuh perusahaan tersebut.
Juru bicara dari Marctensia lebih lanjut menolak untuk memberikan tanggapan apakah keputusan tersebut diambil karena kecaman dari Partai Islam Pan-Malaysia (PAS), partai terbesar yang berwawasan Islam garis keras. Partai ini mengecam bahwa acara konser itu akan mempromosikan 'pertunjukan seksi orang Barat'.
Rencananya Beyonce yang dikenal karena koreografi dan pakaiannya yang provokatif akan menggelar konser di stadion Kuala Lumpur tanggal 25 Oktober mendatang. Konser tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur Beyonce yang bertajuk "I Am... Tour".
Pengalaman ini bukanlah yang pertama kali dialami Beyonce. Sebelumnya istri dari Jay-Z ini juga telah membatalkan pertunjukannya di Malaysia tahun 2007 silam karena adanya protes keras dari partai oposisi Islam. Saat itu, pihak agency-nya beralasan adanya jadwal yang bentrok.
Menyusul pembatalan tersebut, pelantun lagu "Single Ladies (Put a Ring on It)" ini malah menggelar pertunjukan di negara tetangga Malaysia, Indonesia, yang juga merupakan negara berpenduduk mayoritas Islam dan memiliki peraturan lebih lunak mengenai cara berpakaian dan bertingkah laku.
Selain Beyonce, penyanyi pop lainnya seperti Avril Lavigne dan Gwen Stefani juga mendapat protes keras. Meski demikian, kedua artis tersebut tetap tampil dengan mengenakan pakaian tertutup yang hanya sedikit memamerkan kulit.
Tidak hanya penyanyi wanita, bulan lalu, pemerintah melarang umat Muslim untuk menonton pertunjukan grup musik Black Eyed Peas karena acara itu disponsori oleh pabrik minuman beralkohol, Guinnes. Tetapi akhirnya tanpa ada penjelasan terperinci, larangan tersebut telah dicabut.
(wk/)