Menurut Oliver, Shia cukup antusias untuk menghidupkan karakter utama pilot helikopter Hugh Thompson di film adaptasi kisah nyata pembantaian desa My Lai 1968.
- Tim WowKeren
- Kamis, 30 Desember 2010 - 16:50 WIB
WowKeren - Sutradara Oliver Stone angkat bicara seputar penggarapan film perang "Pinkville". Dalam track disc Blu-ray film arahannya, "Wall Street 2: Money Never Sleeps", seperti dikutip dari IGN, ia dan Shia LaBeouf telah berdiskusi tentang rencana reuni mereka di film "Pinkville".
Diungkapkan Oliver, dia dan Shia membicarakan proyek film tersebut sejak mereka sama-sama terlibat di sekuel film "Wall Street" itu. Ditambahkan Oliver, Shia merasa antusias untuk berperan sebagai pilot helikopter angkatan bersenjata Amerika Serikat Hugh Thompson itu karena ayahnya juga pernah menjadi pilot helikopter saat perang Vietnam.
Proyek film "Pinkville" ini sebenarnya akan mulai syuting di Asia Selatan Desember 2007. Namun, film tersebut terus tertunda penggarapannya karena mengangkat kisah kelam dari angkatan bersenjata Amerika Serikat. Sebelumnya, peran Hugh Thompson awalnya akan dimainkan oleh Channing Tatum. Sederet aktor ternama yang dikabarkan akan terlibat di film yang akan tayang perdana 2011 ini yakni Bruce Willis, Woody Harrelson, Michael Pena dan Xzibit.
Diangkat dari kisah nyata pembantaian di desa My Lai (wilayah Vietnam), Maret 1968, "Pinkville" berfokus pada usaha penyelidikan akan dalang di balik pembantaian di My Lai. Bruce akan berperan sebagai Jenderal William R. Peers yang memimpin penyelidikan terkait pembunuhan besar-besaran oleh tentara Amerika Serikat pada sekitar 500 penduduk yang didominasi wanita, anak-anak dan kaum lanjut usia.
Sementara itu, pilot helikopter Hugh (Shia) yang menyaksikan langsung pembantaian tersebut kemudian dengan nekat melakukan aksi penyelamatan dengan menempatkan helikopternya tepat di antara tentara bersenjata dan penduduk desa yang tersisa. Hugh kemudian meminta agar dua rekannya untuk menembak tentara jika mereka mencoba membunuh banyak orang. Hugh dan rekan-rekannya lalu membebaskan penduduk yang selamat dan melaporkan tragedi tersebut pada atasan mereka.
(wk/)