Angelina Sondakh Pilih Bungkam Seribu Bahasa Saat Ditanya Tentang Kasus Dugaan Suap
Selebriti

Sementara itu, pihak KPK belum berencana memanggil Angie untuk dimintai keterangan karena belum ada bukti yang cukup terkait tudingan keterlibatannya.

WowKeren - Sejak tersangkut kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI di Palembang, Angelina Sondakh jarang berbicara saat ditanya media. Malah ia terkesan menghindar setiap wartawan membahas tentang perkembangan kasus tersebut dan mengalihkan pembicaraan ke hal lain.

"Terimakasih banget ya," tutur janda mendiang Adjie Massaid ini pada wartawan sambil berlalu menuju mobilnya saat ditemui di RCTI, Selasa 17 Mei, seperti dilansir dari Okezone. "Anak-anak sehat, setelah ini mau jalan sama mereka, makasih ya."

Dalam kasus dugaan suap yersebut, Angie yang merupakan koordinator anggaran Komisi Olahraga (Komisi X) DPR dari Fraksi Demokrat, dituding oleh Mindo Rosalina Manulang sebagai salah satu pihak selain Muhammad Nazaruddin yang telah menggolkan anggaran proyek SEA Games yang berbiaya Rp. 191 miliar.


Mindo sendiri telah menjadi tersangka usai KPK menangkap Sekretaris Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), Wafid Muharam, saat menerima suap dari Mindo dan Manajer Marketing PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. KPK menemukan cek senilai Rp 3,2 miliar sebagai bukti dugaan suap untuk Wafid.

Berkaitan dengan nasib Nazaruddin dan Angie, Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, menegaskan bahwa keputusan partainya mengenai kasus tersebut akan keluar dalam pekan ini. Hal senada dilontarkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Kastorius Sinaga. Dia mengatakan Dewan Kehormatan sudah menyiapkan dua opsi, yaitu mengundurkan diri atau dipecat. "Saya dengar dalam minggu ini (keputusan akan keluar)," tutur Kastorius seperti dilansir dari Tempo Interaktif.

Sedangkan pihak KPK mengaku belum cukup bukti untuk mengaitkan dugaan keterlibatan dua kader Demokrat, Angie dan Nazaruddin. Saat ditemui Media Indonesia di Yogyakarta baru-baru ini, Ketua KPK Busyro Muqqodas, menegaskan kalau orang-orang yang dipanggil oleh KPK terkait kasus dugaan suap pada proyek pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Palembang diposisikan sebagai individu, bukan kader partai politik.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait