Usai sidang pembacaan dakwaan, Yoyo juga bertutur tentang tragedi saat ia kesetrum di Rutan Salemba, Jakarta.
- Tim WowKeren
- Selasa, 31 Mei 2011 - 09:47 WIB
WowKeren - Setelah minggu lalu sempat tertunda karena Yoyo Padi kesetrum, sidang kasus narkoba tersebut akhirnya digelar Senin 30 Mei. Seperti dilansir dari Kompas, drumer bernama asli Surendro Prasetyo ini menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) di Jalan Gajah Mada.
Sekitar pukul 12.50 WIB, Yoyo tiba dari Rutan Salemba bersama narapidana lainnya dengan bus dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Agenda sidangnya yakni pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, Jussie Cahaya. Dalam sidang tersebut, Yoyo sama sekali tak didampingi pengacara.
Ia didakwa dengan Pasal 112 subsider 107 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Saat interogasi, terdakwa mengakui telah membeli sabu-sabu seharga Rp 800.000 dari seorang bernama Dede," ujar jaksa Jussie. Bukan hanya membeli, uji laboratorium membuktikan kalau Yoyo juga mengkonsumsi benda berbahaya tersebut.
Saat diminta mengajukan keberatan, Yoyo menyampaikan sesuatu pada hakim. Pihak majelis hakim kemudian menyarankan agar Yoyo didampingi pengacara pada sidang selanjutnya, Senin 6 Juni. Atas dakwaan itu, Yoyo mengaku pasrah akan hasilnya.
"Apa itu, pengangguran banyak acara?" kata Yoyo sambil bergurau saat ditanya tentang alasannya tidak didampingi pengacara, seperti dilansir dari Inilah.com. "Dari isi dakwaan tidak ada yang salah, tidak masalah, sudah sesuai. Ya saya terima saja."
Yoyo juga angkat bicara tentang tragedi saat ia kesetrum ketika hendak menyalakan kipas angin di Rutan Salemba. Ia mengaku sempat menolak saat hendak dibawa ke klinik.
"Saya bilang nanti saja deh. Tapi nggak tahunya setelah itu saya malah sempat anfal (pingsan)," ujar mantan suami Rossa itu. "Saya bersyukur masih bisa tertolong. Dan saya mengucapkan banyak terimakasih karena teman-teman (di sel) langsung menolong."
Ditambahkan Yoyo, insiden itu berawal dari air yang tumpah di sekitar stop kontak. Meski tahu, ia tetap menyalakan kipas angin tersebut. "Karena udaranya panas maka kipas angin saya nyalakan. Saat mau nyolok, saya terpental ke belakang."
(wk/)