Cara ini dilakukan untuk meminimalisir banyaknya usaha bunuh diri dikalangan masyarakat Korea Selatan.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 09 Juli 2011 - 13:22 WIB
WowKeren - Banyak cara yang dilakukan manusia untuk bisa mengerti arti dari kehidupan mereka. Seperti yang dilakukan 70 masyarakat Seoul, Korea Selatan.
Mereka rela "mengalami kematian" agar bisa lebih menghargai hidup. Masyarakat ini merupakan peserta seminar yang ikut berbaring dalam sebuah peti mati. Bukan hanya sekedar memeriahkan acara tersebut, tapi kegiatan tersebut akan mengubah arti kehidupan seseorang dan memberikan kesempatan agar mengenal diri sendiri.
Pelaksana seminar yang juga guru besar di Universitas Sahmyook, Kang Kyung-ah, menjelaskan jika kegiatan tersebut bisa menyelamatkan warga Korea Selatan. Karena, usia antara 20 tahun sampai 40-an merupakan usia yang yang cenderung melakukan usaha bunuh diri.
Seorang ibu berusia 42 tahun, Lee Myung-hee, mengatakan bahwa pengalaman berada dalam peti mati membuatnya menyadari betapa dia mencintai keluarganya. Dengan demikian, ia tidak ingin terlalu dini untuk memikirkan kematian.
"Kematian bisa datang kepada saya, tanpa memandang usia. Saya pikir itu bisa datang kepada siapa pun di sekitar saya, jadi saya tidak harus berpikir kematian adalah urusan saya,"kata Lee. "Ini adalah kesempatan baik untuk mempersiapkan akhir saya dengan cara yang tenang."
Saksikan cara masyarakat Korsel memaknai hidup berikut ini:
(wk/)