Hasilnya, pesawat SULSA yang seluruh bagiannya dicetak dengan printer 3D laser nilon EOS EOSINT P730, itu mampu terbang dengan kecepatan 100 mph.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 30 Juli 2011 - 12:34 WIB
WowKeren - Salah satu keuntungan paling utama dari printer 3D adalah masyarakat bisa merancang sebuah barang dengan software Auto Cad, lalu mencetaknya dengan printer tersebut. Hal ini juga dilakukan oleh periset Southampton's Computational Engineering and Design Research, University of Southampton, Inggris.
Tim yang dipimpin Profesor Andy Keane dan Jim Scanlan sedang menguji coba pesawat terbang pertama yang dicetak dengan printer 3D laser nilon EOS EOSINT P730 tersebut dengan nama SULSA (Southampton University Laser Sintered Aircraft). Saat uji coba, pesawat tanpa awak itu mampu terbang dengan kecepatan 100 mph.
Seluruh struktur bagian dari pesawat SULSA dikreasikan menggunakan printer yang bekerja memadatkan material plastik atau logam secara lapis demi lapis. Rancangan pesawat juga bisa dimodifikasi saat proses cetak tanpa memakan banyak waktu dan uang.
Normalnya, butuh waktu sebulan untuk merancang sebuah prototipe pesawat tanpa awak hingga perakitannya. Namun printer laser ini menawarkan waktu yang singkat dan penghematan biaya. Dengan kesuksesan uji coba tersebut, tim dari University of Southampton menargetkan untuk segera merancang pesawat terbang dengan ukuran yang lebih besar.
Simak foto pesawatnya berikut ini:
(wk/)