Nanopatch menggunakan teknologi nano yang terdiri atas ribuan struktur kecil untuk menyalurkan vaksin ke sel pertahanan tubuh.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 06 Agustus 2011 - 09:52 WIB
WowKeren - Ada kabar gembira bagi yang fobia terhadap jarum suntik. Profesor Mark Kendall, ahli nano teknologi dari Australian Institute for Bioengineering telah mengembangkan alat injeksi tanpa menggunakan jarum bernama Nanopatch.
Nanopatch dibuat menggunakan teknologi nano yang terdiri atas ribuan struktur kecil. Alat ini dapat menyalurkan vaksin ke seluruh sel-sel pertahanan tubuh tanpa harus melukai kulit dan otot.
Alat ini telah dilakukan ujicoba tahap awal pada hewan. Hasilnya, Nanopatch mampu menyakurkan vaksin flu lebih efektif hanya dengan dosis sedikit 1/150 dibandingkan menggunakan jarum suntik.
Prof Kendall mengatakan bahwa salah satu hal yang paling menarik tentang teknologi baru karena secara dramatis akan mengurangi biaya. Selain itu, penyebarannya pun lebih mudah.
"Di Afrika sekitar setengah dari vaksin tidak bekerja dengan baik karena kerusakan pada rantai proses pendinginan," kata Kendall. "Nanopatch ini menawarkan cara tanpa memberikan cedera karena jarum suntik saat vaksinasi. Alat ini bisa menjadi solusi untuk masalah penting di Afrika, di mana sepertiga dari vaksin dipengaruhi oleh komplikasi lain yang dibawa melalui kontaminasi silang akibat dari jarum."
Alat injeksi tanpa jarum ini sebentar lagi bakal menjadi kenyataan setelah investor konsorsium mengelontorkan bantuan sebesar 15 juta dolar atau sekitar Rp 128 miliar. Dana ini memungkinkan Profesor Kendall dan Australian Institute for Bioengineering untuk melanjutkan pekerjaannya.
(wk/)