Pertandingan El Clasico ini diwarnai ketegangan dan saling dorong antar pemain setelah Fabregas ditekel Marcelo.
- Tim WowKeren
- Kamis, 18 Agustus 2011 - 09:36 WIB
WowKeren - Pertemuan Barcelona dan Real Madrid ibarat api ketemu bensin. Ketegangan antara kedua tim kembali tersaji pada leg kedua Spanish Supercup (Piala Super Spanyol) 2011.
Bertanding di kandang Barcelona, Nou Camp, Kamis, 18 Agustus, dini hari tadi, El Barca berhasil tampil sebagai juara karena unggul agregat 5-4 setelah menang 3-2 atas Madrid. Lionel Messi kembali menjadi pahlawan bagi Barcelona dengan mencetak dua gol dan satu assist. Kemenangan ini sebagai bukti atas dominasi Barcelona atas Madrid. Ini adalah gelar Super Spanyol ke-10 bagi Barca, unggul atas Madrid yang baru mengumpulkan delapan gelar.
Andres Iniesta membawa Barca unggul duluan di menit ke-13 setelah berhasil mengecoh Iker Casillas. Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan di menit ke-20 yang meneruskan sepakan Karim Benzema dari luar kotak penalti.
Messi mulai memperlihatkan ketajamannya sesaat sebelum jeda babak pertama. Pemain asal Argentina ini berhasil menguasai bola, bekerjasama satu-dua dengan Gerrard Pique lalu menendang bola ke arah tiang jauh dan tidak terjangkau Casillas.
Madrid berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-82 melalui Benzema yang memanfaatkan sepak pojok oleh Kaka. Benzema sukses merobek gawang Victor Valdes setelah terjadi kemelut di muka gawang. Harapan Madrid untuk membawa pulang tropi pupus setelah Messi kembali mencetak gol ketiga untuk Barca di menit 88.
Pemain anyar Barcelona, Cesc Fabregas akhirnya melakoni debutnya sekaligus merasakan El Clasico yang super panas. Ia diganjal Marcelo di menit-menit akhir dan berujung pada kartu merah untuk pemain Madrid tersebut.
Insiden tersebut memicu ketegangan antara kubu Barca dan Madrid. Bukan saja antar pemain, tapi staf kedua tim juga ikut terlibat. Bahkan, entrenador Madrid, Jose Mourinho, tertangkap kamera mencolek mata asisten pelatih Barca, Tito Vilanova.
"Gambar-gambar telah berbicara. Ada hal-hal yang tidak seharusnya terjadi di sepakbola," kata pelatih Barca, Pep Guardiola. "Ini bisa berakhir buruk jika dibiarkan, saya dapat melakukan sesuatu dengan pemain saya dan dipastikan bahwa mereka berperilaku terbaik. "Dia harus tahu siapa (Tito), demikian juga saya kenal siapa (Aitor) Karanka (asisten Mourinho). Tito sangat penting untuk tim kami."
Bagi Pep, ini adalah gelar 11-nya bersama Barca dan kini ia menyamai pencapaian mantan pelatih El Barca, Johan Cruyff. "Meraih 11 gelar? Saya tidak merasa menang. Saya hanya bagian dari klub ini. Tidak ada jumlah piala mendekati apa yang telah dilakukan Cruyff," ujar Pep.
Berikut hasil pertandingan Spanish Supercup 2011:
(wk/)