Bernhard Limbong menilai sikap Ferry yang menolak dilatih Wim Rijsbergen tersebut merupakan tindakan tidak etis dan merugikan.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 September 2011 - 08:53 WIB
WowKeren - Ferry Rotinsulu merupakan pemain timnas yang terang-terangan menyatakan penolakan bergabung dengan Timnas Indonesia jika masih ditangani Wim Rijsbergen. Agar masalah tersebut tidak berlarut, Ketua Komite Disiplin Timnas, Bernhard Limbong, akan segera memanggil Ferry.
Bernhard mengaku kecewa dengan sikap kiper Sriwijaya FC tersebut. Karena itu merupakan tindakan yang tidak etis dan merugikan, baik pribadi maupun timnas.
"Masalah itu masih ingin kami ingin bicarakan. Kalau dia menolak, akibat buruk pada yang bersangkutan," kata Bernhard. "Itu kaitannya pada komisi disiplin."
Penolakan Ferry tersebut sebagai bentuk kekecewaannya atas pernyataan Rijsbergen. Ia menilai pelatih asal Belanda itu telah melecehkan para pemain Timnas pasca kekalahan 0-2 dari Bahrain dalam laga kualifikasi Grup E pra-Piala Dunia 2014.
Selain Ferry, enam nama pemain Timnas lain yang juga disebut-sebut menolak dilatih oleh Rijsbergen. Tapi, keenam nama tersebut masih misterius, hanya Ferry saja yang berterus terang menyatakan penolakannya.
Limbong mengingatkan, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk membela negaranya. Karena itu seorang warga negara yang dipercaya menjadi pemain Timnas memiliki kewajiban yang sama pula.
Meski demikian, Limbong mengatakan PSSI tak akan langsung menjatuhkan sanksi kepada pemain yang bersangkutan. Menurutnya, Komite Disiplin Timnas akan memanggil Ferry untuk dimintai klarifikasi.
"Ini hanya masalah emosi saja. Dia hanya butuh sentuhan emosional pribadi," lanjut Bernhard. "Soal sanksi belumlah, kan belum jelas persoalannya. Saya akan bicara dengan dia."
Sementara itu, Koordinator Timnas, Bob Hippy, secara tersirat menyatakan bahwa pemain yang akan mogok tersebut tidak memiliki rasa nasionalisme. Ia menggambarkan keadaan jaman dahulu dengan sekarang. Jika dulu, di Makassar, Medan bahkan Jakarta, pemain merasa malu keluar rumah jika tidak menjadi skuad timnas.
"Nah kalian tinggal terjemahkan keadaan sekarang dengan yang dulu," kata Bob. Saat ditanya apakah pemogokan itu menandakan bahwa pemain sekarang tidak memiliki nasionalisme? Bob menjawab, "Kalian terjemahkan sendiri."
(wk/)