Selain itu, 27 persen unit Kindle Fire yang dipesan terjual bersama dengan aksesorinya.
- Tim WowKeren
- Senin, 03 Oktober 2011 - 14:47 WIB
WowKeren - Pre-order untuk tablet terbaru Amazone Inc, Kidle Fire, ditotal mencapai 95 ribu unit di hari pertama penjualan melalui situs Amazon. Data tersebut didapatkan oleh perusahaan riset eDataSource yang menganalisa transaksi (penjualan dan pembelian) melalui e-mail.
Diketahui, pre-order penjualan Kindle Fire melampaui model-model baru dari Kindle lainya, termasuk entry-level Kindle, Kindle Touch dan Kindle Touch 3G. Selain itu, 27 persen unit Kindle Fire terjual bersama dengan aksesorinya.
"Dalam panel eDataSource terdapat 800 ribu inbox yang memungkinkan kami untuk mendapatkan tentang penjualan di eCommerce (transaksi produk atau jasa melalui sistem elektronik)," kata CEO eDataSource, Carter Nicholas. "Dalam beberapa jam, kami bisa membaca peluncuran produk paling laris berdasarkan penjualan dari situs-situs eCommerce terkemuka."
Sejak diluncurkan 28 September waktu Amerika Serikat lalu, Kindle Fire telah memikat pecinta komputer tablet. Itu karena harga yang ditawarkan sangat miring yaitu 199 dollar atau hanya sekitar Rp 1,77 juta.
Sementara itu, Amazon dikabarkan merugi dalam memproduksi Kindle Fire. Menurut hitungan iSuppli ( (lembaga yang biasa membongkar komponen dalam gadget), komponen-komponen pendukung Kindle Fire secara total memiliki nilai sebesar 191,65 dolar, di luar biaya lainnya.Secara total ongkos produksi per unit tablet tersebut mencapai 209,63 dolar (Rp 1,86 juta).
Sedangkan Amazon berani menawarkan tablet terbarunya itu dengan harga 199 dolar (Rp 1,77 juta). Itu berarti bahwa Amazon rugi sekitar 10 dolar (Rp 89.150) untuk tiap tablet terjual.
Namun menurut Wyne Lam, analis iSuppli, model bisnis "Razor Blade" seperti ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Gillette, salah satu unit bisnis dari Procter & Gamble menjual alat cukurnya dengan harga merugi. Namun demikian, mereka meraih keuntungan dari penjualan siletnya.
"Amazon berharap dengan menjual murah Kindle Fire, semakin banyak pengguna yang membeli produk itu," ujar Lam. "Kemudian meraih untung dari penyediaan layanan konten yang akan menutupi kerugian dari penjualan produk."
Lam menyebutkan, dalam kasus Amazon, Kindle Fire akan menstimulasi permintaan atas konten digital dari Amazon dan mendongkrak penjualan barang-barang fisik di situs e-commerce mereka. "Jika biaya di luar material dan biaya produksi ditambahkan, serta harga 199 dolar per tablet dikali dengan perkiraan penjualan konten digital per perangkat, kemungkinan Amazon akan meraih profit minimal 10 dolar per perangkat Kindle Fire yang terjual," jelas Lam.
(wk/)