Susan Sarandon Dikecam Karena Menghina Paus Benedict XVI Sebagai Nazi
Selebriti

Catholic League for Religious and Civil Rights menganggap Susan sangat kejam sementara Anti-Defamation League menuntut aktris berusia 65 tahun itu segera meminta maaf pada Paus Benedict.

WowKeren - Susan Sarandon menuai kecaman dari organisasi Catholic League for Religious and Civil Rights serta Anti-Defamation League (ADL) karena menghina Paus Benedict XVI sebagai Nazi. Pimpinan organisasi, Bill Donohue, menganggap Susan bersikap kejam.

"Susan adalah orang tercela yang membuat pernyataan yang sangat keji," kata Bill. "Sangat sulit menemukan seseorang yang lebih bodoh daripada Susan. Paus sejak awal telah menolak untuk bergabung dengan pasukan Hitler."

"Kami berharap agar Susan Sarandon punya niat baik untuk meminta maaf pada penganut agama Katolik dan semua orang yang tersinggung karena pernyataan kasarnya pada Paus Benedict XVI," kata Direktur ADL National, Abrahm H. Foxman, Senin, 17 Oktober. "Nona Sarandon mungkin punya perbedaan pendapat dengan Gereja Katolik tapi tak ada toleransi atas analoginya tentang Nazi. Pernyataannya itu melambangkan kebencian dan balas dendam."


Pihak humas mengiyakan kalau Paus Benedict memang anggota pasukan muda Hitler saat masih remaja. Namun humas menegaskan kalau Paus Benedict bukanlah anggota aktif di pasukan tersebut.

Susan membuat pernyataan kontroversial tersebut ketika wawancara bersama rekannya Bob Balaban di Hamptons Film Festival, Bay Street Theatre, Sag Harbor, New York. Ketika itu, aktris film "Wall Street 2: Money Never Sleeps" ini mengaku telah memberikan sebuah buku berjudul "Dead Man Walking" pada Paus. "Aku memberikannya pada Paus John Paul II, bukan Paus Nazi yang kita miliki sekarang," kata Susan mengklarifikasi tentang Paus.

Ketika Bob terlihat syok dan tak setuju, Susan dikabarkan kembali melontarkan pernyataan Nazi-nya itu. Masyarakat yang hadir kemudian tertawa mendengar gurauan Susan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait