Dari 17 klub yang awalnya didata PT LPIS ikut IPL, empat diantaranya menolak menggelar pertandingan karena berkomitmen ikut ISL 2011-2012.
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 November 2011 - 08:57 WIB
WowKeren - Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2011-2012 bakal sepi. Maklum saja, peserta yang menyatakan ikut berlaga di kompetisi yang direstui PSSI itu hanya menyisakan 13 klub.
Peserta IPL kian menyusut seiring dengan membelotnya sejumlah klub ke Indonesia Super League (ISL) 2011-2012. Padahal rencana awal, kompetisi yang dikelola oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) itu akan menggunakan format 24 tim.
"Kita sudah rekapitulasi bahwa ada pengurangan jumlah klub," kata CEO IPL, Widjajanto, di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11). "Hingga saat ini, ada 13 klub yang ikut IPL musim 2011/2012."
Menurut Widja, klub-klub yang sejauh ini pasti berkompetisi di IPL adalah Persiba Bantul, Persijap Jepara, Persibo Bojonegoro, Persema Malang, Arema Malang (versi M Nur), Bontang FC, PSM Makassar, Persebaya 1927, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Semen Padang, Sriwijaya FC dan Persija Jakarta (non Ferry Paulus). Bisa jadi jumlah ini akan berkurang karena Sriwijaya FC juga mengisyaratkan akan berlaga di ISL.
Awalnya, IPL direncanakan diikuti 24 klub. Sebanyak 14 klub berasal dari kompetisi musim lalu, empat klub dari sistem promosi serta 6 klub dari penunjukan dan penyaringan oleh PSSI.
Namun, banyak klub tidak setuju dengan keputusan PSSI yang membuat kompetisi diikuti 24 tim. Maka terbentuklah kelompok 14 yang menolak ikut IPL dan membuat kompetisi ISL di bawah naungan PT Liga Indonesia.
Kekecewaan lain dari kelompok 14 itu adalah penunjukkan PSSI yang terkesan memberikan promosi gratis pada enam klub karena musim lalu dinilai membelot dengan membuat kompetisi tandingan. Selain itu, masalah pembagian saham liga yang tidak sesuai hasil Kongres Tahunan PSSI di Bali juga menjadi sorotan.
PT LPIS kemudian mendata ada 17 klub ikut IPL dan telah dibuatkan jadwal pertandingan yang dimulai lagi pada 26 November lalu. Namun, empat klub membelot dengan tidak menggelar laga karena sudah komitmen untuk ikut ISL. Mereka adalah Persib Bandung, Mitra Kukar, Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro.
"Dengan tidak menggelar pertandingan maka klub dinyatakan WO," kata Widja. "Saat ini, kami telah menyerahkan kasus tersebut ke Komite Displin dan Komite Kompetisi PSSI."
Dengan berkurangnya peserta, maka jadwal pertandingan pun bakal berubah. PT LPIS kembali akan membuat ulang jadwal baru.
"Jelas ada perubahan jadwal," kata Widja. "Jadwal yang baru menyesuaikan dengan jumlah klub yang turun di IPL."
Kompetisi sepakbola di Indonesia yang terpecah dua makin menarik karena Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan memberikan rekomendasi kepada PT LI untuk menggelar ISL yang rencananya dimulai besok, Kamis (1 Desember). Hal ini tentu membuat PSSI yang tidak merestui ISL kecewa.
"PT Liga Indonesia telah mengajukan ijin kepada BOPI," kata Ketua Harian BOPI, Haryo Yuniarto. "Yang jelas saat ini masih dalam proses dan tinggal menunggu pengesahan saja."
Rencana BOPI mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan ISL langsung ditanggapi serius oleh PSSI dan PT LPIS. PSSI langsung menggelar jumpa pers untuk menyikapi hai itu meski surat rekomendasi resmi BOPI belum keluar.
"Kami cukup menyayangkan sikap BOPI," kata Direktur Legal PSSI, Finanta Rudy. "Saat ini kami masih menunggu surat resminya. Setelah itu kami baru menentukan sikap."
(wk/)