BRTI Lacak 10 Ribu Layanan SMS untuk Tangkap Pencuri Pulsa
SerbaSerbi

BRTI memeriksa 10 ribu layanan sms dari 200 CP agar bisa mengetahui pihak penyedia konten ilegal yang telah menguras pulsa konsumen.

WowKeren - Demi menangkap pencuri pulsa, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) melakukan pelacakan sejumlah penyedia konten (CP) yang tak berizin dan diduga kuat melakukan pelanggaran. Dalam prosesnya, BRTI telah menemukan 78 CP ilegal dan jumlah tersebut diyakini masih akan terus bertambah.

"Masih banyak datanya, lebih dari 10 ribu layanan SMS dari 200 CP, baik yang terdaftar maupun tidak. Kita masih periksa satu persatu," kata anggota Komite BRTI, M Ridwan Effendi. "Kita masih evaluasi data, mudah-mudahan bisa selesai dan kami laporkan ke Menkominfo Tifatul Sembiring, akhir tahun ini."

Menurut rencana jika daftar nama CP ilegal telah lengkap, BRTI akan meneruskan temuannya ke Panja Pencurian Pulsa di Komisi I DPR RI. Tak menutup kemungkinan, daftar nama tersebut juga akan diserahkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) untuk ditangani lebih lanjut.

Sementara itu, beberapa nama perusahaan yang tercantum dalam 78 CP tak berijin itu seperti Trikomsel Oke Tbk dan PT. INTI mencoba membela diri. Dua perusahaan yang masing-masing menggunakan shortcode 107 dan A88 tersebut menegaskan kalau mereka bukanlah perusahaan CP.


"Trikomsel bukan penyelenggara content provider maupun shortcode seperti yang disebutkan dalam pemberitaan," kata Juliana Samudro, Corporate Secretary PT. Trikomsel Oke Tbk. "Trikomsel adalah perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran, distribusi, dan importir alat-alat komunikasi seperti telepon genggam dan perangkat IT."

"Voice SMS adalah fitur yang berbasis layanan suara, yang dilakukan melalui kerjasama antara PT. INTI dengan XL," kata Dirut INTI, Irfan Setiaputra, tentang sistem layanan Voice SMS yang dinilai mencuri pulsa. "PT. INTI berkewajiban menyediakan dan mengembangkan system tersebut."

Irfan menambahkan kalau Voice SMS adalah layanan standar yang dimiliki setiap pelanggan XL. Jika memang tidak roaming, maka pelanggan yang dituju tetap bebas dari biaya. "Ini bukan jasa pesan premium. Dengan memakai fitur ini, pelanggan tidak akan tergerus pulsanya," kata Irfan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!