Peneliti Jepang, Shinichi Sakai, mengatakan gempa 11 Maret 2011 telah mempengaruhi Tokyo dan membuatnya rawan terkena gempa besar empat tahun mendatang.
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 Januari 2012 - 09:21 WIB
WowKeren - Jepang yang selamat dari gempa besar tahun lalu rupanya masih akan menghadapi hal serupa. Baru-baru ini peneliti di Jepang mengungkapkan kemungkinan terjadinya gempa besar di 2016. Tokyo diperkirakan akan terkena gempa tersebut.
"Keseimbangan telah berubah sejak gempa 11 Maret," ungkap Shinichi Sakai, peneliti gempa dari Earthquake Research Institute. "Wilayah Kanto juga terpengaruh oleh gempa bumi 11 Maret. Itu sama seperti orang yang berpegangan tangan. Saat dia jatuh lainnya pun ikut jatuh."
Shinichi juga mengungkapkan, gempa tahun lalu menyebabkan perubahan garis pantai dan struktur tanah bawah laut Jepang. Kejadian itu memberikan tekanan pada tanah diantara Hokkaido dan Kanto. Jika gempa bumi kecil terus terjadi, kemungkinan Tokyo akan terkena gempa yang lebih besar dalam waktu dekat.
Para peneliti juga menemukan, jumlah gempa yang berkekuatan kecil sebesar 3 SR atau lebih, meningkat hingga 343 kali dalam enam bulan usai gempa Maret 2011. Jumlah itu naik hingga 47 kali dari enam bulan sebelumnya.
Meski begitu, peneliti tidak bisa menunjukkan lokasi pasti pusat gempa dan hanya bisa menyiapkan perkiraan. Saat ini pemerintah memperkirakan gempa hingga melebihi 7,2 SR hanya akan melanda Tokyo dalam waktu 150 tahun ke depan. Sementara itu, tim yang berbeda justru memperkirakan, 98 persen gempa berkekuatan 6,7 SR hingga 7,2 SR akan menyerang Tokyo dalam waktu 30 tahun ke depan.
Terakhir Kanto dihantam gempa sebesar 7,9 SR, September 1923. Sekitar 105 ribu orang menjadi korban tewas, termasuk di Tokyo, akibat rumah ambruk dan kebakaran. Sejak itu pemerintah Jepang terus mengembangkan teknologi anti gempa.
(wk/)