Zumi belum bisa dinonaktifkan dari jabatan Bupati Tanjung Jabung Timur karena belum ada bukti kuat kalau ia selingkuh dengan istri orang.
- Tim WowKeren
- Jumat, 27 Januari 2012 - 16:03 WIB
WowKeren - Nasib Zumi Zola sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur masih aman pasca tudingan perselingkuhan dengan istri Bernaldi Kadir Djemat, Peny Fernita. Menurut juru bicara Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Redonnyzar Moenek, kasus perzinaan dan perselingkuhan tersebut belum bisa membuat Zumi diberhentikan sebagai Bupati karena masih dugaan.
"Jadi begini, sejatinya kalau dikembalikan pada regulasi Undang-undang No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah PP 26 tahun 2005, hal yang dimaksud perbuatan tercela cacat moral, tidak diatur dalam PP," kata Redonnyzar. "Itu masuk ranah pribadi meski dia pejabat publik. Artinya, kembali ke sifatnya. Karena baru dugaan belum ada pembuktian, tidak cukup untuk melakukan pemecatan."
Ditambahkan Redonnyzar, seorang bupati tak bisa langsung dipecat hanya karena dia cacat moral. Masih ada beberapa syarat penting lainnya sebelum seserang bisa dinonaktifkan dari jabatan kepala daerah. "Kalau bicara pemecatan masih terlalu dini. Proses pembuktian di pengadilan masih panjang," tegas Redonnyzar.
Sementara itu Pemkab Jambi memilih berhati-hati dalam menyikapi masalah pribadi Zumi. "Saya tidak bisa memberikan komentar atau tanggapan apa-apa, karena itu sudah ada kuasa hukumnya. Takut salah," jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Tanjung Jabung Timur, Junaidi Rahmad.
Kuasa hukum Zumi, Selamat Sibagariang, mengaku akan menyelesaikan kasus tersebut dengan kepala dingin. "Kami tak mau perang melalui media, ini akan kita hadapi dengan kepala dingin," ujar Selamat, Jumat (27/1).
Zumi dilaporkan Bernaldi alias Aldi ke Polda Metro Jaya, Selasa (24/1). Selain menuding mantan kekasih Ayu Dewi itu telah mengirim pesan mesum, Aldi juga telah membeberkan bukti kalau Zumi sudah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulang kesalahannya. Namun, janji tersebut akhirnya tak ditepati oleh bintang sinetron "Merah Putih" ini.
(wk/)