Menurut humas Trans TV, Hadiansyah Lubis, kostum yang dianggap terbuka oleh KPI sebenarnya untuk menyesuaikan lokasi syuting yang berada di pantai.
- Tim WowKeren
- Kamis, 23 Februari 2012 - 15:19 WIB
WowKeren - Trans TV akhirnya menanggapi tentang imbauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait tayangan "Ala Chef", 5 Februari lalu. Menurut humas Trans TV, Hadiansyah Lubis, pakaian yang dikenakan Farah Quinn sebenarnya sesuai dengan lokasi saat itu yang dilakoni di sebuah pantai.
Selain itu, menurut Hadiansyah, saat syuting cuacanya memang panas. Sehingga Farah berkeringat sehingga menimbulkan persepsi bagi yang melihat.
"Karena cuaca panas, Farah jadi keringatan dan badannya basah seperti habis kehujanan," ujar Hadiansyah. "Apalagi kostum yang dipakai memang terbuka karena disesuaikan lokasinya. Efek keringat di badannya jadinya terlihat bermacam persepsi orang melihatnya."
Serupa dengan pernyataan manajer Farah, Anti, beberapa waktu lalu, ini merupakan imbauan bukanlah teguran dari KPI. Menurutnya, KPI hanya berusaha memberikan saran untuk tayangan "Ala Chef".
"Kalau surat teguran kan ada teguran pertama, kedua, dan seterusnya dan bisa dibilang ada pelanggaran," ujar Hadiansyah. "Tapi ini sebatas imbauan. KPI sebatas memberi masukan."
Meski hanya imbauan, tetapi Trans TV merasa berterima kasih pada KPI. Oleh karena itu, pihaknya berencana mengirim surat balasan pada KPI.
"Dalam waktu dua tiga hari ini kami akan mengirim surat balasan atas masukan KPI," tambah Hadiansyah. "Kami juga berterima kasih atas masukan KPI."
(wk/)