Jumlah gas metana yang dihasilkan pencernaan dinosaurus sangatlah banyak sehingga mampu menaikkan suhu bumi di era Mesozoik.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 Mei 2012 - 15:44 WIB
WowKeren - Banyak hal-hal remeh namun memiliki andil besar dalam sejarah dunia, salah satunya adalah kentut. Gas buangan yang dihasilkan oleh dinosaurus disinyalir menghangatkan bumi pada masa itu.
Baru-baru ini sebuah hasil penelitian menyebutkan, suhu bumi di zaman dinosaurus kemungkinan menghangat berkat gas buangan perut hewan-hewan purba. Penelitian yang dilakukan Universitas John Moore di Liverpool itu mengungkap bahwa gas metana dihasilkan dari proses pencernaan mereka atas daun-daunan, sama seperti sapi.
"Ekologi mikroba dan peran mereka dalam kerja planet kita adalah salah satu kunci penting dalam ilmu pengetahuan," ungkap salah satu peneliti, David Wilkinson. "Meskipun elemen dinosaurus penting di sini, sebenarnya mikroba yang hidup di usus dinosaurus yang membuat metana itu."
Brontosaurus menjadi salah satu kontributor terbesar di era Mesozoik dalam memproduksi gas metana. Ukuran tubuh dinosaurus yang raksasa, membuat jumlah metana yang dihasilkan juga jauh lebih besar. Sehingga tak heran jika bisa meningkatkan suhu iklim menjadi lebih panas 10 derajat Celcius dibanding sekarang ini.
Para peneliti memperkirakan jumlah metana yang dihasilkan hewan purba itu sekitar 520 juta ton per tahun. Sedangkan sapi-sapi masa sekarang hanya menghasilkan 50-100 juta ton metana per tahun.
Metana dikenal sebagai "gas rumah kaca" yang menyerap radiasi matahari. Lalu kumpulan metana yang terperangkap dalam atmosfer itu akhirnya meningkatkan temperatur suhu bumi.
(wk/)