KPK menegaskan tak pernah diskriminatif dan malah mengkritik Angie yang justru mengajukan berbagai permintaan seperti hak kunjung keluarga hingga rencana memanggul guru ngaji.
- Tim WowKeren
- Rabu, 16 Mei 2012 - 11:52 WIB
WowKeren - KPK membantah tegas tudingan kalau mereka kurang memperhatikan kesejahteraan Angelina Sondakh. Menurut KPK, justru Angie-lah yang dinilai terlalu banyak mengajukan permintaan mulai dari hak kunjungan, perawatan kesehatan hingga permintaan mendatangkan guru ngaji selama berada di rutan.
"Permintaan yang bersangkutan cukup banyak ya," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/5). "Kalau guru ngaji sudah disediakan KPK. Mulai besok (Rabu, 16 Mei) jadi setiap hari Rabu ada guru ngaji. Kemudian dokter KPK beberapa kali merujuk ke dokter di luar rutan. Jadi bagaimana mungkin kita tidak perhatikan."
Johan juga mengungkapkan kalau masa penahanan Angie akan ditambah hingga 40 hari. "Jadi untuk penahananan tersangka Angelina memang diperpanjang 40 hari, untuk kepentingan penyidikan," kata Johan.
Sebelumnya, kuasa hukum Angie, Teuku Nasrullah, mempertanyakan sikap KPK yang dianggap diskriminatif. Salah satunya yakni masalah hak kunjungan anak.
"Dia minta diperlakukan sama dengan tahanan lain yang standar bagi tahanan, dia tidak ingin diistimewakan," kata Nasrullah. "Hak kunjungan anak yang paling bermasalah kata Angie, Dia ingin kalau bisa setiap hari anaknya diberi izin berkunjung setidaknya setengah jam."
Angie mulai mendekam di Rutan KPK sejak 27 April lalu. Ia didakwa menerima 16 aliran dana dari universitas negeri dengan total nilai proyek Rp 600 miliar. Aliran dana itu ditemukan dalam kurun waktu Maret-Oktober 2010 dengan kisaran Rp 70 juta hingga miliaran rupiah.
(wk/)