Baik Donny maupun ayah Astrid sadar untuk mengakhiri perseteruan mereka karena ternyata akibatnya mereka menyakiti Astrid Ellena dan ibunya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 12 Juni 2012 - 18:08 WIB
WowKeren - Perseteruan antara Fredrich Yunadi, ayah Miss Indonesia 2011 Astrid Ellena dan sang kekasih Donny Leimena, berakhir dengan damai. Kedua belah pihak sepakat menempuh jalan tersebut karena sama-sama mencintai keluarga.
Upaya perdamaian itu bertepatan dengan ulang tahun Astrid Ellena ke 22 pada 8 Juni lalu. Keduanya pun nampak hadir di acara yang digelar di Ocha n Bella, Jl. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (8/6). Upaya damai tersebut bermula saat gelar perkara di Mabes Polri.
"Awalnya Pak Fredrich Yunadi dan saya diundang gelar perkara oleh Karo Wassidik Mabes Polri pada 24 Mei 2012, terkait masalah saling melaporkan," papar Donny saat ditemui di FX plaza Senayan, Selasa (12/6).
Menurut Donny, dari hasil gelar perkara tersebut, pihak Kepolisian menyarankan Islah dengan mengedepankan Restoractive Justice. "Mengingat bahwa laporan tersebut terkait dengan calon mantu dan mertua," imbuhnya.
Dalam hal ini pihak kepolisian pun membantu mediasi upaya perdamaian dalam dua kali pertemuan pada minggu lalu.
"Kami berdua mengakui salah dan tidak ada yang benar dalam kejadian ini," lanjut Donny.
Masing-masing pihak mengakui salah, karena perseteruan tersebut mengakibatkan Astrid Ellena dan ibunya menjadi korban.
"Akhirnya 7 Juni 2012 kemarin kita sepakat untuk mengakhiri semua kesalahan ini dan akan mengajukan permohonan pencabutan laporan ke pihak kepolisian. Mudah-mudahan disetujui dalam waktu dekat ini," sambung Donny.
Dalam kesempatan itu, Donny menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu proses perdamaian.
"Proses perdamaian kemarin dapat berjalan lancar. Kami berharap ada kedamaian dan ketenangan di dalam keluarga, karena kami berdua sangat mencintai Ellen, kami sepakat yang penting Ellen dan ibunya bahagia," lanjutnya.
Selain itu Donny berharap kakak Astrid Ellena, Steven Yunadi dan pihak lainnya bisa menerima dengan ikhlas perdamaian ini.
"Tuhan telah menyadarkan saya dan pak Fredrich. Kami berharap perdamaian ini menjadi kado ulang tahun Ellen," tutupnya.
(wk/)