Dengan 2 kasus rasisme dan 1 kasus bullying, IOC mewanti-wanti para atlet untuk berhati-hati jika mengunggah pesan tweet selama Olimpiade 2012.
- Tim WowKeren
- Rabu, 01 Agustus 2012 - 14:37 WIB
WowKeren - Komite Olimpiade Internasional (IOC) berjanji akan melakukan evaluasi terkait rasisme dan bullying atlet di Twitter semenjak perhelatan Olimpiade 2012. Hingga saat ini, 2 atlet yakni juara lompat jangkit (triple jump) Yunani, Voula Papachristoudi, dan pemain timnas Swiss, Michel Morganella, divonis bersalah karena melakukan rasisme sementara 1 orang ditangkap setelah mengirimkan tweet kasar pada atlet loncat indah Inggris, Tom Daley.
"Kami akan mengambil langkah tegas pada atlet yang melanggar aturan tersebut," ujar juru bicara IOC, Mark Adams, pada Reuters. "Gunakan dengan cara yang benar. Kami tetap mendukung adanya jejaring sosial."
Mark menambahkan kalau Komite Olimpiade Internasional tak melarang para atlet mencari dukungan di Twitter. Asalkan, hal tersebut dilakukan secara benar.
"Seperti yang anda tahu, kami punya 15 juta follower," ujar Mark. "Dan kurasa penyelenggara kompetisi lokal juga akan melakukan hal yang sama (mencari dukungan lewat jejaring sosial)."
Kasus rasisme Olimpiade 2012 di Twitter dilakukan pertama kali oleh Voula Papachristoudi, pekan lalu. "Dengan begitu banyak orang Afrika di Yunani, setidaknya nyamuk-nyamuk dari West Nile akan memakan makanan rumah!!!," bunyi Tweet Voula.
Selang beberapa hari kemudian, Twitter gempar dengan hinaan yang diungkap oleh pesepakbola Swiss, Michel Morganella. Karena tak puas dengan kekalahan Swiss atas Korea Selatan, 2-1, Michel langsung mengunggah Tweet hinaan pada orang-orang Korea.
"Saya akan memukul orang-orang Korea," umpat Michel. "Membakar mereka, sekelompok trisos (istilah bahasa Perancis untuk penderita Down's Syndrome."
Akibat kejadian tersebut Voula maupun Michel langsung dicoret dari daftar timnas dan dikirim pulang ke negara masing-masing. Hingga saat ini belum ada tindakan lebih lanjut atas tweet rasis tersebut.
Sementara itu, polisi telah menangkap remaja berusia 17 tahun bernama Reece Messer setelah ia mengirim pesan Tweet hinaan pada atlet Tom Daley. Reece marah karena Tom hanya menempati urutan empat sehingga gagal meraih medali.
"Kuharap kamu sadar kalau kamu telah mengecewakan ayahmu," ujar Reece di akunnya, @Rilley_69. Menanggapi hal tersebut, Tom merasa terhina. Bukan hanya karena ia sedang membela Inggris, Reece juga menyinggung sosok ayah Daley, Rob, yang wafat Mei 2011 karena telah lama menderita penyakit kanker.
"Setelah memberikan segalanya, aku mendapati seorang idiot mengirimiku pesan ini ('Kuharap kamu sadar kalau kamu telah mengecewakan ayahmu')," kata Tom di @TomDaley1994. Agar tak berbuntut panjang, Reece pun segera meminta maaf. Sayangnya, polisi tetap melakukan penangkapan pada Reece.
(wk/)