Para tetua di desa Khedar, di Provinsi Hisar, memandang celana jeans dan kaos serta alkohol dapat mendorong tindak pemerkosaan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 09 Januari 2013 - 15:56 WIB
WowKeren - Kasus pemerkosaan mahasiswi hingga meninggal yang baru saja terjadi di India mengejutkan dunia internasional. Rupanya di sebuah desa di India telah melarang kaum wanitanya mengenakan jeans dan kaos. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perkosaan.
Keputusan itu diambil para tetua di desa Khedar, di Provinsi Hisar, yang melihat pakaian itu dapat mendorong tindak pemerkosaan. Anggota parlemen di Khedar juga memberikan persetujuan dengan telah mengesahkan aturan itu. Peredaran alkohol juga telah dilarang dan penyelenggaraan pesta kini bisa didenda 11 ribu rupee (sekitar Rp 2 juta).
"Kami telah memutuskan untuk melarang alkohol karena itu merupakan alasan utama di balik perkosaan," ucap seorang tokoh desa, Sarpanch Shamsher Singh, pada Times of India. "Kami juga telah melarang celana jeans dan T-shirt bagi para siswi karena itu bukan gaun yang pantas."
Meski kemungkinan tidak disukai kaum remaja namun sebagian warga desa menyambut keputusan tersebut. "Tujuan utama kami adalah untuk menutup toko penjual alkohol di desa karena minuman keras merupakan alasan utama di balik serangan terhadap perempuan," ucap Mahaveer Singh.
Belakangan ini India disorot dunia internasional akibat kasus pemerkosaan Jyoti Singh Pandey yang memicu demo besar-besaran. Mahasiswi itu akhirnya meninggal setelah 13 hari dirawat di Singapura akibat diperkosa secara sadis oleh 5 pria. Berdasarkan data pemerintah India, kasus pemerkosaan meningkat hampir 17 persen pada periode 2007-2011.
(wk/)