Wah, Tubuh Bocah Usia 5 Tahun Ini Tak Pernah Rasakan Sakit
Nasional

Kelainan Congenital Insensitivity to Pain menyebabkan Isaac Brown tidak dapat merasakan sakit, bahkan ketika dia mengalami patah tulang pinggul.

WowKeren - Jika pada umumnya anak kecil akan menangis karena luka gores kecil di tubuh mereka, itu tidak terjadi pada Isaac Brown. Bocah ini belum pernah merasakan sakit sama sekali seumur hidupnya.

Keadaan yang dialami Isaac bukan datang dari perlindungan ekstra oleh orangtuanya atau dari kekuatan magis yang ada pada dirinya. Kondisi tersebut merupakan akibat dari kelainan genetik bernama Congenital Insensitivity to Pain (CIP) yang dideritanya sejak lahir.

Kelainan tersebut membuat tubuh penderitanya tidak dapat mengenali rasa sakit. Meski sebagian orang akan merasa hal itu sebagai anugerah, faktanya, kelainan ini sangat membahayakan. Karena pada akhirnya Isaac jadi sering melakukan hal membahayakan bagi dirinya sendiri.

Tak jarang Isaac membenturkan kepalanya ke meja, membiarkan tubuhnya terjatuh ke lantai begitu saja, memasukkan tangannya ke dalam oven panas dan melukai tubuhnya dengan pecahan gelas. Bahkan Isaac tidak merasakan apa-apa ketika dirinya mengalami patah tulang pinggul saat bermain. Karena tidak dapat merasakan sakit, tindakan berbahaya itu malah dianggapnya menyenangkan.


Kelainan genetik yang sangat jarang terjadi ini belum ditemukan pengobatannya. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan orangtua Isaac adalah mengajarinya merasakan sakit. Dia kini memahami bahwa berdarah adalah sesuatu yang buruk, meski dirinya tidak dapat mengenali tingkatan rasa sakit. Bocah berusia 5 tahun itu pun telah memahami jika mengalami sesuatu yang menimbulkan sakit, dia harus berkata "Ow".

Parahnya, Isaac juga menderita Anhidrosis. Kelainan tersebut membuat tubuhnya tidak bisa mengendalikan dan mengenali perbedaan suhu. Alhasil, ia akan dipaksa tinggal di rumah ketika cuaca sedang panas, jika tidak suhu tubuhnya bisa menjadi sangat tinggi.

Meskipun Isaac baik-baik saja di bawah pengawasan orangtuanya, namun beberapa anak penderita CIP tidak bernasib demikian. Dalam kasus ekstrim bahkan ada yang harus dicabut seluruh giginya agar tak melukai diri. "Karena mereka dapat memutilasi diri mereka sendiri, seperti menggigiti lidah atau jari mereka sampai habis," ungkap Ibu Brown.

Namun kelainan yang dialami Isaac bisa menjadi harapan baru bagi penderita penyakit lainnya. Pasalnya, seorang dokter dari Mayo Clinic, Dr. Waxman, menyatakan bahwa gen pada penderita CIP dapat dimanfaatkan untuk tubuh orang-orang yang mengalami rasa sakit luar biasa atas penyakit yang mereka derita.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!