Qualcomm mengakui buru-buru menjadikan Steve Mollenkopf sebagai CEO agar tidak direbut Microsoft.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 14 Desember 2013 - 09:35 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu santer beredar kabar Microsoft telah menyortir kandidat CEO hanya jadi dua orang saja. Lalu tiba-tiba ada nama lain yang menjadi calon kuat yaitu COO Qualcomm. Namun produsen chip itu langsung bergerak cepat saat mengetahui petinggi terbaiknya hendak dibajak Microsoft.
Bloomberg mengklaim bahwa Steve Mollenkopf ada dalam daftar calon terkuat CEO Microsoft selain Alan Mulally (Ford) dan Satya Nadella (Cloud Microsoft). Kabarnya dewan direksi condong ke Mollenkopf karena Alan tetap ingin jadi CEO Ford hingga tahun depan. Sedangkan pengalaman Mollenkopf di bidang teknologi dianggap sebagai modal kuat sebagai CEO Microsoft.
Namun Qualcomm langsung bergerak cepat mempertahankan orang nomor dua di perusahaannya itu. Pada Jumat (13/12), Mollenkopf diumumkan menjadi CEO baru Qualcomm. Dengan terpilihnya sebagai nahkoda di Qualcomm maka Mollenkopf sudah aman dari incaran Microsoft.
Mollenkopf bergabung dengan Qualcomm sejak 1994 dan bertugas di berbagai divisi hingga akhirnya jadi Chief Operating Officer (COO). Tak heran, ia dipandang sebagai eksekutif paling mumpuni untuk meneruskan perusahan. CEO Qualcomm saat ini, Paul Jacobs, mengakui bahwa penetapan ini dilakukan lebih cepat karena Microsoft mengincar Mollenkopf.
"Eksekutif kami ini (Mollenkopf) sangat berbakat dan sangat diminati," kata Jacobs pada Reuters. "Waktunya sedikit lebih cepat dari yang direncanakan tapi yang paling penting adalah kami memastikan bahwa manajemen terus berjalan dengan baik."
Meski mengakui namun Jacobs maupun Mollenkopf enggan memberitahukan secara detil mengenai pembicaraan dengan Microsoft. Sehingga tidak bisa diketahui sejauh apa Microsoft dalam menawarkan posisi CEO pada Mollenkopf.
(wk/)