Instagram telah menandatangani kesepakatan iklan dengan perusahaan Omnicom senilai Rp 1,14 triliun untuk kontrak selama setahun.
- Tim WowKeren
- Senin, 10 Maret 2014 - 09:33 WIB
WowKeren - Instagram kini menjadi salah satu aplikasi sosial media berbasis foto yang populer di kalangan masyarakat. Popularitas ini tentunya dimanfaatkan oleh Instagram untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya salah satunya dengan memasang iklan.
ADWEEK melaporkan bahwa kini Instagram telah menandatangani proyek kerjasama iklan dengan salah satu perusahaan media bernama Omnicom. Tak tanggung-tangung, pihak Omnicom bahkan berani menawarkan dana yang sangat besar yakni sekitar USD 100 juta (sekitar Rp 1,14 triliun) untuk kontrak iklan selama setahun di Instagram. Omnicom sendiri dikenal sebagai perusahaan pembuat iklan untuk sejumlah mitra besar seperti Nissan, AT & T, Pepsi dan Bud Light.
"Omnicom memiliki semangat yang sama dengan kami dan mampu memahami pengguna Instagram," ujar Jim Squires selaku direktur pemasaran Instagram. "Dengan jumlah klien mereka yang banyak, diharapkan bisa membantu untuk memberi nilai yang tinggi dan menginspirasi banyak orang."
Walaupun mendapat banyak penolakan dari para pengguna, namun Jim Squires meyakinkan bahwa iklan ini nantinya tidak akan mengganggu kenyamanan Instagram yang telah ada saat ini. "Kesepakatan ini tidak akan mengubah apapun, pengguna tetap akan bisa berbagi foto maupun video dengan kualitas tinggi," imbuhnya.
Iklan di Instagram ini akan muncul di newsfeed pengguna dengan wujud foto maupun video yang berada di sudut kanan atas dengan tulisan sponsored. Jika pengguna Instagram merasa terganggu dengan iklan tersebut maka bisa disembunyikan dengan syarat tertentu.
Sebelumnya, Instagram pernah memasang iklan milik merk fashion ternama Michael Kors pada November silam dan hanya tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat. Perusahaan yang pernah diakuisisi oleh Facebook itu kini telah memiliki 150 juta pengguna aktif di seluruh dunia dengan 55 juta foto diunggah setiap harinya.
(wk/)