KPPU sedang menyelidiki dugaan monopoli penyelenggaraan hak siar ISL 2014 dan telah meminta keterangan soal itu dari Menpora Roy Suryo.
- Tim WowKeren
- Kamis, 13 Maret 2014 - 10:34 WIB
WowKeren - Sudah bukan rahasia lagi jika kompetisi Indonesia Super League kerap menuai masalah. Bukan hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan.
Saat ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai menyelidiki dugaan monopoli penyelenggaraan hak siar kompetensi sepakbola nasional Indonesia Super League (ISL).
Munculnya dugaan tersebut karena hak penyiaran laga ISL hanya dikuasai pihak tertentu yakni BV Sports. Terkait penyelidikan, KPPU memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo pada Rabu (12/3). KPPU mengajukan 12 pertanyaan diantaranya tentang peran pemerintah dalam penyatuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
"KPPU menanyakan, apakah ada pihak yang dirugikan dengan monopoli siaran ISL," terang Roy. "Kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga mendorong apa yang dilakukan KPPU sekarang ini dan kami support supaya tidak ada yang dirugikan dengan sistem penyatuan dari PSSI atau dari kebangkitan olahraga di Indonesia."
Roy mengakui kalau pemerintah belum memiliki aturan terkait bisnis olahraga baik profesional maupun yang berbayar, termasuk hak pengelolaan siaran. Selama ini, Kemenpora baru sebatas mengatur penyatuan tim yang bertanding dalam liga yang diselenggarakan PSSI.
Dugaan monopoli hak siar tersebut semakin menguatkan isu kalau PSSI pecah akibat berebut bisnis sepakbola. Pengamat sepak bola Indonesia dari Save Our Soccer (SOS), Apung Widadi, mengatakan bahwa siaran Liga Indonesia memiliki potensi ekonomi sangat tinggi. "Wajar jika PSSI jadi rebutan," kata Apung.
(wk/)