Setelah HTC One tidak mampu mengatrol penjualan perusahaan pada tahun lalu, kini HTC berharap meraup untung dengan HTC One M8.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 April 2014 - 10:43 WIB
WowKeren - HTC masih dibayangi awan gelap terkait penjualan produknya. Produsen smartphone asal Taiwan ini mengalami kerugian hingga USD 62 juta atau Rp 7,06 triliun di kuartal pertama 2014.
Penyebabnya, produk andalan HTC One tidak mampu mengatrol penjualan perusahaan. Posisinya di pasar justru terjun bebas karena kritikan para analis. Alhasil, selama Januari hingga Maret 2014, total pendapatan HTC turun lebih dari seperlima dibanding kuartal sebelumnya.
Dua tahun lalu, HTC memang pernah menjadi perusahaan ketiga setelah Apple dan Samsung Electronics yang sanggup menjual 10 persen smartphone ke pasar global. Namun, dari penelitian Strategy Analytics, pangsa pasar HTC hanya mencapai dua persen sejak 2013.
Untuk Januari-Maret 2014, HTC mengalami kerugian sebesar TWD 1,88 miliar atau USD 62 juta atau setara Rp 7,06 triliun. Kerugian itu diakibatkan mereka kehilangan pangsa pasar yang direbut Apple dan Samsung.
Namun, pihak HTC berharap akan kembali mendapat laba pada kuartal kedua dengan rilisan terbaru mereka, HTC One M8. Ini sekaligus sebagai upaya untuk menyaingi kembali pasar Apple dan Samsung meski masih dipandang skeptis oleh analis.
"M8 sudah bagus, tapi itu tidak revolusioner untuk flagship sebelumnya," kata analis Yuanta Securities, Dennis Chan. "Semua orang akan melihat bagaimana penjualannya pada kuartal kedua."
Sementara itu, situs teknologi CNET.com menganugerahi smartphone ini dengan empat setengah bintang dari kemungkinan lima. Mereka menyebutnya sebagai "sekuel menakjubkan" dari HTC One.
"HTC masih kehilangan pangsa pasar di negara-negara besar dan tidak ada perangkat selama dua bulan pertama kuartal," ungkap analis Deutsche Bank AG, Birdy Lu. "Terpenting, apakah mereka dapat mempertahankan penjualan ke bulan ketiga setelah rilis produk M8 itu."
Para analis mengatakan, HTC seharusnya lebih fokus untuk membuat strategi pemasaran yang baik dan memperkuat brand image. Mereka harus belajar dari Apple yang selalu inovatif dengan citra merek. Area Chairwoman HTC, Cher Wang, mengakui HTC "tidak melakukannya dengan baik" tahun lalu.
"Tiru mereka, tapi cari tahu apa kelebihan merek Anda," kata konsultan merek, Mark Stocker. "Jika Apple adalah Mercedes Benz, cobalah untuk membuat diri Anda BMW."
(wk/)