Koleksi Video Game Terbanyak di Dunia Ini Dilelang Rp 591 Juta
Nasional

Pemegang rekor Guinness Book of Worlds Records sebagai pemilik judul video game terbanyak melelang koleksi yang telah dikumpulkannya selama tiga puluh tahun.

WowKeren - Dengan lebih dari 11 ribu judul, Michael Thomasson merupakan pengoleksi video game terbanyak di dunia versi Guinness Book of World Records. Namun kini, ia berniat melelang seluruh koleksinya itu kepada masyarakat umum.

"Menangkan lelang ini dan Anda akan memiliki koleksi game terbesar di dunia," kata Thomasson. "Bahkan, aku akan langsung menyerahkannya kepada pemenang, tanpa perlu menunggu tiga dekade untuk berburu."

Setelah 12 tawaran, tawaran terbaik sejauh ini yang diterima Thomasson sebesar USD 50 ribu (Rp 591 juta). Padahal sebelumnya, ia mengira koleksinya itu bernilai USD 700 ribu (Rp 8,2 miliar) hingga USD 800 ribu (Rp 9,4 miliar). Lelang sendiri akan ditutup pada 15 Juni mendatang via Game Gavel.

Lalu, mengapa Thomasson menjual seluruh koleksinya tersebut? Padahal, ia membutuhkan waktu selama tiga puluh tahun untuk mengumpulkannya.


"Aku memiliki keluarga dekat dan kebutuhan yang perlu ditangani. Di sisi lain, aku tidak ingin berpisah dengan permainan ini. Tetapi, aku juga memiliki tanggung jawab kepada orang lain dan ini adalah bagaimana aku akan membantu memenuhinya, "kata Thomasson. "Jangan khawatir, aku sebelumnya sudah menjual koleksi ini berkali-kali di masa lalu dan masih berhasil menarik perhatian Guinness."

Ketika memecahkan rekor dunia, saat itu dirinya mempunyai total 10.627 judul game, dan semakin bertambah dengan lebih dari 400 judul. Selain konsol tradisional seperti Xbox dan PlayStation, Thomasson juga mengoleksi game dari konsol langka seperti Casio Loopy dan Apple Pippin.

Seperempat dari koleksinya, sekitar 2.570 judul game, masih berupa segel dari pabrik. Sementara lebih dari 8.300 lainnya dilengkapi dengan box orisinal dan manual book.

Thomasson pernah menjual koleksi pertamanya pada 1989 silam untuk mengumpulkan uang bagi Sega Genesis dan menjualnya lagi pada 1998 untuk biaya pernikahan. Pria yang mengajar kursus animasi 2D, desain game dan sejarah video game di Kolese Kanisius di Buffalo itu menghabiskan tiga jam per minggu untuk bermain game.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!