Produser Frederica mengungkapkan wajar jika pembuatan 'Haji Backpacker' memakan biaya besar karena melakoni syuting di 9 negara.
- Tim WowKeren
- Rabu, 11 Juni 2014 - 15:51 WIB
WowKeren - Falcon Pictures rupanya tak mau setengah-setengah dalam menggarap film "Haji Backpacker". Tak main-main, biaya penggarapan film ini telah menembus angka USD 1 juta (sekitar Rp 11 miliar).
Wajar memang, mengingat syuting film yang dibintangi Abimana Aryasatya itu dilakukan di 9 negara. Pihak produksi mengungkapkan mereka paling banyak mengeluarkan biaya saat syuting di India dan Thailand.
"Yang pasti logistic cost, equipment dan perizinan sangat memakan biaya besar," ujar produser Frederica. "Terutama untuk syuting di India dan Thailand. Biaya syuting dan perizinan di dua negara itu sangat besar."
Frederica pun mengaku maklum dengan biaya yang mereka keluarkan ini demi hasil maksimal. "Kita memang mau bikin film yang berbeda jadi memang wajar biayanya sangat besar," ungkapnya.
"Haji Backpacker" bercerita seorang pemuda bernama Mada (Abimana) yang marah pada hidupnya dan memutuskan untuk hidup bebas sebagai seorang backpacker. Mada melakukan perjalanan spiritual dari Indonesia ke Thailand, Vietnam, Cina, Nepal, Tibet, India, Iran dan Arab Saudi. Film arahan sutradara Danial Rifki itu dijadwalkan rilis pada Oktober 2014.
(wk/)