Dhani menegaskan dirinya tidak pernah menulis seperti itu, hanya keterangan palsu yang dibuat oleh orang tak bertanggungjawab.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 Juli 2014 - 21:12 WIB
WowKeren - Senin, 21 Juli, Ahmad Dhani mendatangi kantor Dewan Pers, Jakarta untuk melaporkan sejumlah media yang telah dianggap mencemarkan nama baiknya. Dhani mengungkapkan media-media yang banyak memberitakan dirinya itu hanyalah media palsu dan tidak terdaftar di Dewan pers.
"Saya laporkan ini karena saat ini ada modus baru yang berbahaya saat ini. Ada orang-orang yang bikin akun Twitter palsu dengan pakai nama orang terkenal," ujar Dhani di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat (21/7). "Lalu akun yang palsu itu ngetweet sesuatu tentang saya, dan dikutip oleh media."
Dhani mengungkapkan akun Twitter tersebut dibuat oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Salah satu kebohongannya adalah dia dikabarkan dibayar hingga Rp 10 miliar untuk mendukung Capres nomor urut satu, Prabowo. Itu hanya beberapa dari kebohongan berita yang banyak beredar.
"Yang paling bahaya ya yang terakhir ini, pencemaran nama baik, ada orang mengedit tweet-an saya, dipalsukan. Di situ dibilangnya saya akan potong kelamin saya kalau Jokowi jadi Presiden. Buat apa juga saya ngetweet kayak gitu," tegas Dhani.
"Ini sebuah pembohongan massif, berjamaah, sudah sangat besar. Saya berharap Dewan Pers akan segera memanggil media-media tersebut. Saya ingin mereka meminta maaf kepada saya secara langsung dan melalui medianya juga," kata Dhani.
Dhani juga menegaskan dirinya tidak pernah berjanji akan memotong alat kelaminnya. "Mana mungkin saya nazar kayak gitu, kemaluan saya kan sesuatu yang sangat saya cintai," pungkasnya.
(wk/)