Pesawat TransAsia bernomor penerbangan GE222 jatuh menabrak rumah-rumah warga saat akan melakukan pendaratan darurat di Bandara Magong.
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 Juli 2014 - 14:01 WIB
WowKeren - Empat puluh tujuh korban dipastikan tewas dan sebelas lainnya mengalami luka-luka ketika pesawat terbang maskapai TransAsia jenis ATR 72-500 jatuh di Taiwan, Rabu (23/7) malam waktu setempat. Namun, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) dalam korban tersebut.
Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, memastikan hal itu usai berkoordinasi dengan perwakilan RI di Taiwan. "Tidak ada WNI dalam kecelakaan tersebut," kata Marty.
Sebelumnya, sempat disebut bahwa korban tewas mencapai 58 jiwa. Namun, Direktur Jenderal Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan, Shen Chi, meralat jumlah tersebut menjadi 47 orang.
Sementara ada 11 penumpang yang selamat, sedangkan sisanya dikhawatirkan tewas. "Awalnya, kami melarikan 12 penumpang ke RS setelah kami tiba di lokasi," jelas kepala petugas pemadam kebakaran setempat, Hung Yung-peng.
"Namun, satu penumpang di antaranya dinyatakan meninggal di rumah sakit," sambung Hung. "Kini, kami masih terus melakukan pencarian terhadap penumpang lainnya yang tertimpa puing pesawat."
Sementara itu, sebagai bentuk permintaan maaf, Presiden Direktur TransAsia Airways, Chooi Yee-choong membungkuk di hadapan publik dan kamera televisi. Adapun Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, menyampaikan ucapan duka cita.
"Semua warga Taiwan merasakan kepedihan," ujar Ma dalam pernyataan tertulis. "Kami akan memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga penumpang dan korban selamat."
Pesawat TransAsia jatuh menabrak rumah-rumah warga di dekat Bandara Magong saat akan melakukan pendaratan darurat karena badai topan Matmo. Pesawat bernomor penerbangan GE222 itu membawa 58 penumpang dalam penerbangan domestik dari barat daya kota Kaoshsiung menuju sebuah pulau di tepi barat pantai Taiwan.
(wk/)