Terletak di desa Hof, gereja paroki ini dibangun pada 1884 menggunakan gaya arsitektur kuno khas Islandia yang melapisi rumah dengan rumput.
- Tim WowKeren
- Kamis, 25 September 2014 - 15:46 WIB
WowKeren - Dunia memiliki keindahan alamnya yang alamiah maupun melalui campur tangan manusia. Terkadang campur tangan manusia malah menambah corak keunikan alam. Tak terkecuali di sebuah desa bernama Hof di Islandia ini.
Kita akan menemukan perpaduan keindahan alam dan bangunan saat mengunjungi desa kecil di tenggara Islandia, sekitar 30 km sebelah timur Vatnajokull, dan 20 km sebelah selatan Taman Nasional Skaftafell, itu. Kita bisa melihat sebuah gereja yang seakan-akan tumbuh dari rerumputan. Gereja Hofskirkja memang tertutup oleh tanah berumput sehinga seolah-olah tampak menyatu dengan Bumi.
Gereja Hofskirkja sebenarnya dibangun pada 1884 sebagai bentuk dedikasi terhadap Santo Clement. Gereja unik ini merupakan gereja terakhir yang dibuat dengan gaya arsitektur kuno khas Islandia. Tak heran, kini Gereja Hofskirkja menjadi warisan budaya dunia.
Menurut catatan, gereja ini dibangun oleh seorang tukang kayu, Pall Palsson sedangkan kunci dan engsel pintunya dibuat oleh porsteinn Gissurarson yang merupakan seorang pandai besi termasyur di Hof. Gereja tua ini dikelola oleh Museum Nasional tapi masih difungsikan sebagai gereja paroki.
Di masa itu, banyak sekali terdapat bangunan yang seakan-akan "tumbuh" yang disebabkan oleh iklim keras di Islandia. Masyarakatnya harus melapisi atap rumah mereka dengan rumput untuk menglindungi diri dan hewan ternak mereka. Tidak hanya bangunan yang berfungsi sebagai tempat publik saja, seluruh rumah warga yang kaya maupun miskin sama-sama menggunakan atap rumput.
Namun pada abad ke 20, budaya tersebut berubah secara drastis yaitu semakin sedikit pembangunan rumah-rumah seperti ini. Akhirnya pada abad 21, hanya beberapa pengrajin saja yang masih bertahan mendiami rumah-rumah model klasik ini. Bahkan beberapa menempatinya karena faktor turun temurun saja.
Tidak ada informasi pasti mengapa ada penurunan pembuatan rumah khas tersebut. Belakangan ini budaya yang langka dari Islandia itu lebih banyak dijadikan tempat wisata, termasuk sebagai obyek pemotretan yang menarik.
(wk/)